Truk dan Kayu Ilegal Tertinggal, Pelaku Penebangan Liar Kabur di Kegelapan Gunung Ciremai

- Kamis, 08 Januari 2026 | 11:30 WIB
Truk dan Kayu Ilegal Tertinggal, Pelaku Penebangan Liar Kabur di Kegelapan Gunung Ciremai

Operasi gabungan TNI dan Polhut di Kuningan berhasil menggagalkan aksi penebangan liar. Tapi, malam yang pekat memberi keuntungan bagi para pelaku. Mereka kabur, menghilang di balik rimba Taman Nasional Gunung Ciremai, meninggalkan truk beserta muatannya.

Patroli rutin pada Rabu siang, 7 Januari, menjadi awal cerita. Di Blok Cileutik, Desa Singkup, sebuah truk yang melintas di sekitar hutan lindung mencurigakan. Tim gabungan dari Babinsa Koramil Pancalang dan Polhut TNGC memutuskan untuk tidak buru-buru bertindak. Mereka memantau dari jauh, bersabar menunggu.

Pemantauan berlanjut hingga malam. Sekitar pukul sepuluh, tim bergerak lagi, menyusuri kawasan hutan sejauh dua kilometer lebih. Kesabaran itu akhirnya terbayar. Tepat lewat tengah malam, pukul 00.20 WIB Kamis dini hari, truk yang sama ditemukan terparkir di Blok Panjaroma, Desa Pasawahan. Sayangnya, saat petugas mendekat, para pelaku dan sopirnya sudah lebih dulu melesat kabur. Gelap malam jadi pelindung utama mereka.

Meski pelaku lolos, operasi ini tidak sia-sia. Satu unit truk dengan nomor polisi AA 8249 IF berhasil diamankan. Muatannya? Sekitar dua puluh batang kayu sono keling, masing-masing kira-kira sepanjang satu meter. Kayu-kayu itu diduga kuat hasil tebangan ilegal dari jantung kawasan TNGC yang seharusnya dilindungi.

Babinsa Koramil Pancalang, Sertu Joko, membenarkan pengamanan barang bukti tersebut.

“Dari hasil penyergapan yang kami lakukan, kami berhasil mengamankan satu unit truk bermuatan kayu Sono Keling sebanyak kurang lebih 20 batang,” ujarnya.

Operasi malam itu melibatkan sepuluh personel satu dari TNI dan sembilan dari Polhut yang dipimpin langsung DPP Kepala Resort TNGC, Hamdan. Mereka tak main-main. Tim membawa senjata api, golok, dan bahkan drone thermal milik Polhut untuk memandu pergerakan di medan yang gelap dan terjal.

Namun begitu, hingga berita ini diturunkan, truk dan kayu itu masih teronggok di lokasi. Menurut Sertu Joko, evakuasi tertunda karena keterbatasan personel ditambah medan yang sulit dan waktu kejadian yang memang larut. Semuanya masih di tempat kejadian perkara.

Aksi ini, meski belum menangkap pelakunya, tetap sebuah peringatan keras. Komitmen untuk menjaga Gunung Ciremai dari perusakan tampaknya akan terus diperkuat. Setiap jengkal hutan akan dijaga, karena ancaman pembalakan liar seperti ini nyata adanya.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar