TikTokable atau Tidak? Destinasi Hits 2026 dan Trik Simpan Video Tanpa Watermark

- Rabu, 07 Januari 2026 | 20:50 WIB
TikTokable atau Tidak? Destinasi Hits 2026 dan Trik Simpan Video Tanpa Watermark

Kalau kamu perhatikan linimasa TikTok belakangan ini, ada satu pola yang terus berulang. Satu spot foto baru muncul, lalu dalam hitungan hari, langsung membanjiri FYP. Tahun 2026 ini, rasanya kecepatannya makin menjadi-jadi. Tren wisata pun bergeser. Dulu, kita ramai-ramai 'balas dendam' jalan-jalan. Sekarang? Yang dicari adalah pengalaman yang mindful, yang estetik, yang langsung bikin decak kagum dan tentu saja, siap diabadikan dengan sempurna.

Nah, buat para milenial dan Gen-Z, liburan sekarang nggak cuma soal pergi. Tapi lebih ke, "dapet konten nggak, sih?" Destinasi-destinasi baru pun berlomba menciptakan lokasi yang super 'TikTok-able'. Mulai dari jembatan kaca yang seolah melayang di atas awan, sampai kafe yang view-nya bikin melongo. Semuanya didesain untuk menghasilkan visual yang cinematic.

Tapi, di balik gemerlap konten itu, ada satu masalah klasik yang bikin para kreator mengelus dada. Gimana caranya nyimpan video kualitas HD dari TikTok, tanpa watermark yang nempel dan bikin rusak pemandangan? Soalnya, kalau mau dipakai lagi di Instagram Reels atau sekadar disimpan sebagai kenangan, logo yang bergerak-gerak itu benar-benar mengganggu.

7 Hidden Gem yang Bakal Ramaikan FYP-mu di 2026

Nih, beberapa tempat yang diprediksi bakal terus ngehits sepanjang tahun. Siap-siap catat buat bucket list.

Obelix Sea View, Jogja. Setelah HeHa Ocean View, Gunungkidul punya magnet baru. Bayangkan, duduk di amfiteater terbuka yang menghadap langsung ke Samudra Hindia. Sunset di sini itu lain banget. Gradasi warnanya dari jingga ke ungu sering bikin video timelapse langsung viral. Pas malam, lighting-nya berubah dinamis. Bikin betah.

Nimo Highland, Pangalengan. Tempat ini kayaknya nggak ada matinya. Mereka baru saja bikin jembatan kaca berbentuk U yang melingkar di atas kebun teh. Sensasinya? Seperti berjalan di atas awan. Ada juga bianglala raksasa yang memungkinkan kamu dapat angle drone-like tanpa perlu punya drone. Spot yang sempurna untuk video slow motion yang aesthethic banget.

IKN Nusantara, Kalimantan Timur. Jangan bayangkan cuma proyek pemerintah yang serius. Kawasan IKN sekarang jadi tujuan wisata futuristik. Titik Nol Nusantara dan area glamping di Hutan Mentawir lagi ramai dikunjungi. Kontras antara hutan tropis yang hijau dengan arsitektur smart city yang modern, itu lho, visual yang langka. Banyak yang bikin konten transisi before-after yang dramatis.

Marawa Beach Club, Padang. Raffi Ahmad bawa suasana Bali ke Sumatera Barat. Arsitektur bambu yang megah, kolam infinity yang seolah menyatu dengan laut, ditambah daybed-daybed yang nyaman. Vibes-nya tropis dan mewah. Cocok banget buat konten gaya hidup kekinian dengan backsound DJ set.

Di Jawa Timur, ada Malang Skyland. Tempat ini ngusung ecotourism, tapi dengan sentuhan modern. Pemandangan city light Kota Malang dan Batu dari ketinggian itu memukau. Ada jembatan gantung kaca yang jadi spot uji nyali sekaligus foto terbaik. Kalau malam, lampu kota yang berkelap-kelip jadi latar belakang video yang romantis abis.

Pengin merasakan negeri di atas awan? Tumpeng Menoreh, Magelang jawabannya. Restoran berbentuk heksagonal ini menawarkan view 4 gunung sekaligus: Merapi, Merbabu, Sumbing, Sindoro. Datenglah subuh. Rekam momen transisi dari gelap menuju cahaya keemasan matahari terbit. Itu jaminan masuk FYP.

Terakhir, Desa Wisata Wae Rebo, NTT. Memang bukan baru, tapi akses yang makin baik di 2026 bikin tempat ini naik daun lagi. Rumah adat Mbaru Niang yang berbentuk kerucut itu punya daya tarik visual yang kuat. Konten dari sini biasanya bernuansa healing dan petualangan, yang disukai algoritma TikTok karena durasi tontonnya yang panjang.

Watermark yang Bikin Pusing


Halaman:

Komentar