Nah, dalam konteks ini, jelas maksudnya adalah pengecaman. Biasanya terkait dengan konflik politik dan kemanusiaan yang sudah berlarut-larut. Intinya, ungkapan itu adalah bentuk sentimen anti-Israel yang sangat kuat, sering kali disuarakan sebagai bentuk dukungan kepada Palestina. Penggunaan kata makian itu sendiri sudah membuat pernyataannya jadi sangat provokatif, sengaja dibuat untuk mengguncang.
Menariknya, ada narasi yang berkembang di beberapa kalangan. Mereka berpendapat bahwa legitimasi Israel di mata dunia sudah runtuh. Dukungan terhadap negara itu dianggap hanya datang dari mereka yang dianggap "kehilangan rasa kemanusiaan". Pandangan yang keras, tentu saja.
Video perempuan itu pun langsung menyebar, memicu berbagai reaksi. Salah satu cuitan yang viral, dari akun @Partisan_12, hanya menulis:
Di sisi lain, ada juga yang merespons dengan dukungan terbuka. Seperti cuitan dari @se53228 yang sederhana namun tegas:
Adegan malam tahun baru yang singkat itu telah berubah menjadi simbol. Sebuah teriakan di dunia digital yang jauh lebih keras gaungnya daripada yang mungkin dibayangkan si pelari di kegelapan malam.
Artikel Terkait
Tren Bukber Ramadan di Makassar Beralih ke Restoran dengan Konsep Estetik
Sidang Praperadilan Yaqut Ditunda, KPK Absen di Persidangan Perdana
Pantai Akkarena Makassar: Destinasi Favorit Warga dengan Pemandangan Senja Memikat
Banjir Rendam Sejumlah Titik di Makassar, Tello Baru Terparah