Grup chat online dengan nama "True Crime Community" ternyata jadi pintu masuk yang mengkhawatirkan. Densus 88 Antiteror Polri menemukan fakta bahwa 70 anak remaja di 19 provinsi terpapar paham radikal, termasuk ideologi white supremacy dan Neo-Nazi. Temuan ini diungkap langsung dari Markas Besar Polri, Rabu lalu.
Juru Bicara Densus 88, Kombes Myandra Eka Wardhana, memaparkan rinciannya.
"Provinsi dengan jumlah terbanyak yaitu DKI Jakarta sebanyak 15 orang, kemudian Jawa Barat 12 orang, dan Jawa Timur 11 orang. Setelah itu menyebar di beberapa daerah," ujar Myandra.
Menurutnya, mayoritas dari mereka sudah ditangani. Dari 70 anak itu, 67 di antaranya telah melalui proses intervensi.
"Terhadap 70 anak ini, kurang lebih 67 orang telah dilakukan asesmen, pemetaan, konseling, dan sebagainya dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan di masing-masing wilayah," jelasnya.
Yang bikin miris, usianya masih sangat belia. Mereka kebanyakan masih pelajar, berusia antara 11 sampai 18 tahun.
"Didominasi usia 15 tahun, yaitu masa transisi dari SMP ke SMA," tambah Myandra.
Masa-masa pencarian jati diri itu, sayangnya, justru diisi dengan paparan konten berbahaya dari grup internasional tersebut. Berikut sebaran lengkap anak-anak yang teridentifikasi:
- DKI Jakarta: 15 anak
- Jawa Barat: 12 anak
- Jawa Timur: 11 anak
- Jawa Tengah: 9 anak
- Kalimantan Selatan: 3 anak
- Bali: 2 anak
- Banten: 2 anak
- Sumatera Selatan: 2 anak
- Kalimantan Barat: 2 anak
- Kalimantan Tengah: 2 anak
- Sulawesi Tenggara: 2 anak
- Lampung: 1 anak
- DIY: 1 anak
- NTT: 1 anak
- Aceh: 1 anak
- Sumatera Utara: 1 anak
- Kepri: 1 anak
- Riau: 1 anak
- Sulawesi Tengah: 1 anak
Kasus ini menyoroti betapa rentannya dunia digital bagi anak-anak. Di sisi lain, upaya pembinaan yang dilakukan dinas terkait tampaknya masih terus berjalan untuk menarik mereka kembali dari paham-paham ekstrem itu.
Artikel Terkait
Jadwal Imsak dan Anjuran Sahur di Banjarmasin pada 24 Februari 2026
Pelajar Tewas Diduga Dianiaya Oknum Brimob di Tual, Tersangka Sudah Ditahan
Nadiem Makarim Serukan Anak Muda Tak Putus Asa dengan Indonesia di Tengah Sidang Korupsi
Ketua BEM UGM Laporkan Teror Anonim Usai Kritik Pemerintah