Penggerebekan kepolisian di sebuah kantor di Jalan Gito Gati, Sleman, pada Senin siang lalu, membongkar praktik yang jauh dari kesan romantis. PT Altair Trans Service, nama perusahaan itu, diduga menjalankan bisnis penipuan cinta daring atau love scamming. Yang mencengangkan, operasi ini melibatkan sekitar 200 karyawan dan konon mengejar target pendapatan fantastis: hingga Rp33 miliar setiap bulannya.
Menurut Kasatreskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Riski Adrian, perusahaan ini berjalan siang malam. Mereka menerapkan sistem tiga shift kerja, dan setiap shift punya target transaksi yang nyaris tak masuk akal.
“Setiap shift ditargetkan untuk meraih dua juta koin. Kalau dirupiahkan, itu hampir Rp11 miliar,” jelas Riski dalam jumpa pers, Rabu (7/1).
“Bayangkan, tiga shift beroperasi. Ya tinggal 11 miliar dikali tiga. Itu baru dalam sehari. Lalu dikalikan lagi untuk hitungan per bulan,” tambahnya, mencoba menggambarkan skala keuntungan yang mereka incar.
Lalu, bagaimana cara kerjanya? Karyawan perusahaan ini bertugas sebagai agen percakapan di sebuah aplikasi kencan asing. Mereka menjalin komunikasi dengan pengguna, membangun kedekatan palsu. Setelah itu, mereka mulai mengirim foto dan video porno secara bertahap. Nah, untuk bisa terus mengakses konten-konten itu, korban dipaksa mengirimkan hadiah atau gift virtual dengan nilai tertentu.
Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Eva Guna Pandia, membeberkan variasi hadiah dalam aplikasi itu. Harganya berjenjang, mulai dari gift mawar seharga 8 koin, mahkota 199 koin, sampai supercar virtual yang mahal: 999 koin. Setiap agen ditekan untuk mengumpulkan 3.000 hingga 6.000 koin per harinya.
Artikel Terkait
Badai Salju Lumpuhkan Eropa, WNI Dinyatakan Aman
Depok Siapkan Rp 100 Miliar untuk Atasi Macet di Jalan Raya Sawangan
Trump Cabut Dukungan dari 66 Lembaga Global, Tegaskan Jalan Sendiri AS
Rayuan Murahan, Uang Miliaran: Kisah Pilu di Balik Gerebekan Love Scammer