Pekan depan, tiang-tiang monorel yang sudah bertahun-tahun terbengkalai di sepanjang Rasuna Said akhirnya akan dibongkar. Kabar dari Pemprov DKI ini langsung disambut hangat oleh banyak orang, terutama mereka yang tiap hari harus melintasi atau beraktivitas di kawasan Jakarta Selatan itu.
Bagi warga, tiang-tiang itu bukan cuma soal pemandangan yang kurang sedap dipandang. Lebih dari itu, mereka menilai struktur besi itu jadi masalah keselamatan yang nyata. Sudah terlalu lama mangkrak, tak berguna, cuma menghalangi ruang publik.
“Bagus, nanti enggak mengganggu jalan umum. Ya bagus lah kalau memang mau dibongkar,”
kata Iqbal, seorang warga setempat. Suaranya mewakili perasaan banyak orang.
Pendapat serupa terlontar dari warga lain yang merasa proyek yang tak kunjung berfungsi itu terasa mubazir. “Buat masyarakat ya (tiang monorel) mengganggu aja, tidak ada fungsinya. Sayang kan jadi mubazir ada di situ,” ujarnya. “Fungsinya kan gak ada, akan lebih bagus lagi kalau dimanfaatkan. Kalau dibongkar kan jalanan makin lancar.”
Kekhawatiran akan keselamatan ternyata bukan isapan jempol belaka. Heri, seorang petugas keamanan berusia 57 tahun yang bertugas di kawasan itu, mengaku pernah mendengar sejumlah insiden.
“Pernah ngomong katanya ada mobil yang nabrak, metro mini mungkin,”
ceritanya. Ia menilai keberadaan tiang-tiang itu memang berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Artikel Terkait
Lapangan Gaspa Palopo Resmi Dibuka Usai Revitalisasi Senilai Rp 3,5 Miliar
Dua Perempuan Diamankan Polisi Usai Video Penginjakkan Alquran Viral di Lebak
Harga Emas Pegadaian Stabil, Galeri24 dan UBS Tak Bergerak
Wakil Bupati Bone Lepas Kontingen MTQ, Targetkan Juara Umum di Tingkat Provinsi