Merespons pernyataan terbuka Presiden Prabowo Subianto di acara Natal Nasional, Menteri Kebudayaan Fadli Zon angkat bicara. Lewat akun X-nya, Selasa (6/1/2026), ia memberikan pembelaan sekaligus testimoni panjang soal gaya kepemimpinan atasannya itu. Prabowo sendiri, sehari sebelumnya di Tennis Indoor Senayan, menyatakan keterbukaannya terhadap kritik, termasuk isu militerisme yang kerap menempel pada namanya.
Fadli Zon dengan tegas menyebut anggapan bahwa Prabowo militeristik atau diktator itu keliru. Menurutnya, buktinya nyata: perjalanan politik Prabowo selama puluhan tahun justru menunjukkan kepatuhan pada demokrasi.
“Prabowo memilih jalan demokrasi, masuk partai politik, lalu membangun partai politik, ikut kontestasi politik, kalah dan menang,” tulisnya.
“Dilakukan berpuluh tahun, jalan yang beradab,” tambah Fadli, yang mengaku telah mendampingi Prabowo lebih dari tiga puluh tahun. Ia menekankan, langkah yang diambil selalu konstitusional.
Di sisi lain, Fadli Zon mengakui bahwa Presiden saat ini fokus pada percepatan kesejahteraan. Fokus itu, katanya, kadang butuh langkah tegas. Misalnya, memangkas birokrasi yang berbelit-belit. Namun begitu, ia memberi garis pemisah yang jelas antara ketegasan dan otoritarianisme.
Artikel Terkait
Amien Rais Soroti KUHP Baru: Alat Legalisasi Otoritarianisme di Era Prabowo-Gibran
Macron Soroti Kecenderungan AS Menjauh dari Sekutu dan Aturan Global
Gencatan Senjata Diumumkan Usai Bentrokan Suriah-Kurdi di Aleppo
Pidie Jaya Terendam Lagi, Warga Minta Normalisasi Sungai Segera Dikerjakan