Sebenarnya, wacana ini bukan hal baru. Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin sudah lebih dulu membicarakannya akhir November lalu. Intinya, pasukan kita nanti bakal bertugas di bawah bendera PBB, seperti misi-misi perdamaian sebelumnya.
Yang menarik, kontingen yang disiapkan ternyata cukup besar. Dipimpin seorang jenderal bintang tiga, pasukan ini akan terdiri dari tiga Brigade Komposit. Di dalamnya ada Batalyon Kesehatan, lalu Batalyon Zeni Konstruksi, ditambah Batalyon Bantuan serta Bantuan Mekanis. Komposisinya jelas dirancang untuk misi kemanusiaan dan pemulihan infrastruktur.
Dukungan alat utama sistem persenjataan (alutsista) juga tak main-main. Helikopter, pesawat angkut berat C-130 Hercules, bahkan dua Kapal Rumah Sakit dari TNI AL bakal dikerahkan. Kapal rumah sakit itu sendiri konon sudah dilengkapi dengan helikopter di dalamnya.
Meski persiapannya terlihat matang, sayangnya sampai detik ini belum ada kejelasan soal waktu. Kapan tepatnya pasukan perdamaian kita itu diberangkatkan ke Gaza? Itu masih jadi tanda tanya besar. Semuanya masih menunggu perkembangan dan kepastian lebih lanjut.
Artikel Terkait
Menimbun Barang Bukan Cuma Soal Malas, Ini Akar Psikologis dan Pandangan Islam
Standar Ganda Pendukung Gibran: Saat Meledek Dipuji, Dikomentari Ringan Langsung Heboh
Benang Merah Chromebook Nadiem dan Investasi Google di GOTO: Negara Rugi Dua Kali?
Banjir Susulan Landa 44 Desa di Aceh Timur, Ribuan Jiwa Terdampak