Menjadi mahasiswa. Bagi banyak keluarga, itu adalah puncak harapan. Mimpi orang tua seolah tergantung pada selembar ijazah dan toga yang akan dikenakan anaknya kelak. Tapi, coba kita lihat lebih dalam. Di balik simbol-simbol itu, ada pengorbanan yang tak terhitung, kerja keras, dan doa yang tak putus-putusnya. Sayangnya, hidup ini jarang sekali mengikuti skenario yang sudah kita tulis rapi.
Rintangan? Sudah pasti. Dari urusan biaya yang bikin pusing, kesehatan yang menurun, sampai tekanan mental yang datang diam-diam. Belum lagi tuntutan dari keluarga dan lingkungan sosial yang seolah menuntut kesempurnaan. Gabungan semua itu bisa bikin siapa saja kelelahan. Akhirnya, tak sedikit yang memilih untuk berhenti sejenak. Keputusan ini berat, apalagi dengan bisikan "harapan keluarga" yang terus mengganggu di kepala.
Rasa bersalah itu nyata. Mereka yang jeda sering merasa dicap sebagai pemalas, anak yang tidak bersyukur, atau yang paling menyakitkan sebuah kegagalan. Padahal, menepi sebentar sama sekali bukan tanda menyerah. Bisa jadi, itu justru langkah paling masuk akal yang bisa diambil saat semuanya terasa terlalu berat. Kita butuh bernapas sebelum kembali berlari.
Di sisi lain, berani mengambil jeda justru menunjukkan kekuatan. Itu artinya kamu jujur sama diri sendiri. Mengakui bahwa ada sesuatu yang perlu diatur ulang, ada luka yang butuh waktu untuk sembuh, atau sekadar butuh ruang untuk berpikir jernih. Memaksakan diri terus maju dalam kondisi tak siap? Itu malah berisiko. Bisa-bisa fisik dan mental yang akhirnya ambruk.
Memang, harapan orang tua itu besar. Tapi, percayalah, di balik semua tuntutan dan ekspektasi, hampir semua orang tua pada dasarnya cuma ingin melihat anaknya baik-baik saja. Bahagia. Mereka mungkin tak selalu pandai mengungkapkannya, namun niatnya tulus. Kuncinya adalah komunikasi. Jelaskan dengan terbuka alasan jeda ini, dan yang paling penting, tunjukkan bahwa ini adalah bagian dari rencana untuk bangkit lebih kuat.
Artikel Terkait
Cinta yang Lelah di Tanah yang Terus Dijarah
Bolsonaro Terjatuh di Balik Jeruji, Dilarikan ke Rumah Sakit
Kobaran Api Hanguskan Rumah di Palmerah Dini Hari
Scroll Media Sosial Bikin Dada Sesak? Mungkin Kamu Terjebak dalam Perbandingan Karier yang Keliru