Kerusakan yang terlihat sungguh memilukan. Tidak tanggung-tanggung, tujuh rumah hanyut begitu saja. Lalu, 29 rumah lainnya rusak berat dan lebih dari seratus unit mengalami kerusakan ringan. Infrastruktur publik pun tak luput. Beberapa ruas jalan putus total, akses transportasi terhambat, dan bangunan kantor mengalami kerusakan.
“Pendataan kerugian materiil masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan,” kata Muhari soal hal ini.
Di sisi lain, upaya penanganan darurat terus digenjot. BPBD setempat berkoordinasi ketat dengan BPBD Provinsi Sulut, Basarnas, TNI, Polri, hingga relawan. Fokus mereka sekarang adalah tiga hal: mencari yang hilang, mengevakuasi warga yang masih terjebak, dan mendata semua kerusakan yang ada.
Bantuan darurat seperti makanan, selimut, dan kebutuhan dasar lainnya sudah mulai disalurkan. Tujuannya jelas: memastikan kebutuhan para pengungsi bisa terpenuhi di tengah situasi yang serba sulit ini.
Pemerintah berjanji akan mengintensifkan semua upaya. Proses pencarian, pemulihan wilayah, dan pelayanan kepada pengungsi diharapkan bisa berjalan seoptimal mungkin. Semua pihak bergerak, meski dihadapkan pada kerusakan yang cukup parah.
Artikel Terkait
Depok Bergerak: Pelebaran Jalan dan Rekayasa Lalu Lintas untuk Atasi Macet Kronis Sawangan
Otak Tambang Ilegal di Tahura Bukit Soeharto Segera Hadapi Sidang
Tenda Pengungsian di Gaza Diserang Drone, Lima Anak di Antaranya Tewas
Mabuk dan Tuduhan Uang Patungan, Seorang Pria Tewas Dianiaya Teman Minumnya di Rappocini