Rekan sesama bintang NBA itu pernah men-tweet "Bebaskan Palestina" di tahun 2014, saat perang Gaza berkecamuk. Reaksinya? Hanya dalam hitungan menit, telepon dari kantor komisioner NBA langsung masuk, mendesaknya untuk segera menghapus cuitan itu. Cerita itu cukup menggambarkan tekanan yang ada.
Maka wajar, sejak Oktober 2023, bisa dihitung dengan jari pemain NBA yang berani buka suara. Irving, dengan segala reputasinya, memilih jalan yang berbeda.
Karirnya di lapangan memang cemerlang. Pemain dengan ball-handling magis dan finishing spektakuler ini adalah juara NBA 2016 bersama Cleveland Cavaliers, Rookie of the Year 2012, dan sudah delapan kali terpilih sebagai All-Star. Tapi di luar lapangan, perjalanan pribadinya juga menarik.
Irving secara publik mengakui dirinya sebagai mualaf pada April 2021, saat masih membela Brooklyn Nets. Keputusannya hari ini memakai kaus itu, mungkin tak lepas dari perjalanan spiritual dan keyakinannya itu.
Foto Irving dengan kaus tersebut dengan cepat menyebar di media sosial, diunggah oleh akun @DropSiteNews. Gambarnya jelas: seorang superstar dengan platform besar, memilih untuk berdiri di sisi yang ia yakini, meski tahu konsekuensinya bisa besar.
Artikel Terkait
Motor Terbakar di Tengah Perempatan Maros, Keluarga Selamat
Iran Ajukan Prasyarat Keras Jelang Pembicaraan dengan AS di Islamabad
Bank Dunia: Ekspor Komoditas dan Subsidi BBM Jadi Bantalan Ekonomi Indonesia
Anggota DPR Desak Polri Tindak Tegas Premanisme Usai Kasus Pengeroyokan di Purwakarta