Gencatan senjata yang baru berumur sepuluh hari itu sudah dilanggar. Begitulah tuduhan tegas yang dilayangkan militer Thailand terhadap pasukan Kamboja, Selasa (6/1) lalu. Menurut mereka, pihak Kamboja menembakkan mortir ke arah wilayah perbatasan. Seorang prajurit Thailand terluka dalam insiden itu.
Serangan itu disebut terjadi di pagi hari, tepatnya di kawasan Provinsi Ubon Ratchathani. Dalam pernyataan resminya, Angkatan Darat Thailand tak ragu menyebut ini sebagai pelanggaran.
"Kamboja telah melanggar gencatan senjata,"
demikian bunyi pernyataan mereka, seperti dilaporkan AFP. Tudingannya jelas: pasukan Kamboja menembakkan sejumlah mortir ke wilayah Thailand.
Akibatnya, seorang tentara Thailand menderita luka serpihan. Ia langsung dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis secepatnya. Situasinya memang cukup mencekam.
Kalau kita lihat ke belakang, ketegangan di tapal batas kedua negara Asia Tenggara ini jelas bukan cerita baru. Sengketa yang sudah berlarut-larut puluhan tahun itu kembali memanas sepanjang tahun lalu. Bentrokan bersenjata pun beberapa kali tak terhindarkan.
Puncaknya terjadi pada Desember lalu. Pertempuran itu disebut-sebut sebagai yang terparah. Laporan menyebut puluhan orang tewas. Sementara itu, sekitar satu juta warga di kedua sisi perbatasan hidup dalam ketakutan dan terpaksa mengungsi meninggalkan rumah mereka.
Nah, melihat situasi yang kian runyam itulah, Thailand dan Kamboja akhirnya sepakat berdamai. Pada 27 Desember 2025, mereka menandatangani kesepakatan gencatan senjata untuk mengakhiri tiga pekan bentrokan. Sayangnya, perdamaian yang rapuh itu kini kembali diuji.
Hingga berita ini ditulis, pihak Kamboja masih bungkam. Belum ada tanggapan resmi yang keluar terkait tudingan serangan mortir dari Thailand ini. Semua pihak kini menunggu reaksi dari Phnom Penh.
Artikel Terkait
Nottingham Forest Kandaskan Porto, Lolos ke Semifinal Liga Europa
Aston Villa Hancurkan Bologna 4-0, Lolos ke Semifinal Liga Europa
Prabowo dan KSAD Bahas Capaian TNI AD: 300 Jembatan dan Renovasi Sekolah Tuntas dalam Tiga Bulan
IHSG Melemah Tipis ke 7.621, Tekanan Jual Masih Membayangi