Di sisi lain, pembahasan dalam rapat cukup teknis. Mereka membicarakan mekanisme pengumpulan data dari lapangan. Data itu nantinya bakal diolah, dirumuskan, dan dijadikan laporan yang bersumber dari relawan, instansi pemerintah, hingga daerah. Harapannya, data yang akurat ini bisa jadi dasar pengambilan keputusan yang lebih cepat dan tepat.
Khalid sendiri menegaskan komitmen Satgas. Mereka berjanji akan terus mengawal koordinasi antar sektor, memantau perkembangan di lapangan, dan memastikan semua program pemulihan benar-benar jalan. Tujuannya satu: kepentingan masyarakat terdampak, terutama di Aceh, harus diprioritaskan.
“Dengan mulai berkantornya 14 PIC kementerian/lembaga di Posko Galapana, diharapkan berbagai kendala di lapangan dapat segera teridentifikasi dan diselesaikan melalui koordinasi langsung,”
jelasnya lagi.
Pada akhirnya, pola kerja terintegrasi seperti inilah yang diyakini bakal membawa hasil. Khalid menambahkan, cara kerja bersama ini diharapkan bisa membuat proses pemulihan berjalan lebih efektif. Tepat sasaran, dan yang penting, berkelanjutan untuk masa depan Aceh yang lebih baik pasca bencana.
Artikel Terkait
Legenda PSM Syamsuddin Umar Khawatirkan Ancaman Degradasi Klub
Menteri Keuangan Tolak Proyeksi Bank Dunia, Sebut Pertumbuhan RI 2026 Bisa Tembus 5%
Pengamat: Iran Berjuang Pertahankan Martabat, Dukungan Internal Menguat
Jenazah Lansia Pemulung Ditemukan dalam Reruntuhan Gubuk Terbakar di Antang