Di titik ini, peran pemimpin menjadi kunci. Mereka adalah cermin bagi rakyatnya. Saat seorang pemimpin menunjukkan kejujuran, hidup sederhana, dan punya nyali moral, nilai-nilai itu akan menetes ke seluruh lapisan masyarakat. Sebaliknya, keteladanan yang buruk akan dengan cepat meruntuhkan semangat kolektif untuk menjunjung tinggi nilai luhur bangsa.
Pada akhirnya, membangun bangsa yang jujur dan bermartabat adalah tugas kita semua. Tanggung jawab bersama. Mulai dari hal-hal kecil dan sehari-hari: jujur dalam pekerjaan, menghormati orang lain, taat pada aturan yang berlaku. Dari tindakan individu inilah kekuatan kolektif itu akan tumbuh.
Sebagai penutup, saya teringat secangkir kopi Bajawa Flores yang saya nikmati siang tadi. NgopiSiang. Rasanya khas, tidak terlalu pahit, dengan body yang tebal. Ada sentuhan nutty, cokelat, dan aroma floral yang halus. Kopi seperti ini disukai banyak orang, dari pemula sampai pencinta kopi sejati. Seperti kopi yang baik, fondasi bangsa juga harus kuat dibangun dari kejujuran dan arahnya jelas, diiringi martabat, agar kita bisa melangkah maju secara berkelanjutan dan terhormat di mata dunia.
AENDRA MEDITA
Jakarta, 5 Januari 2026
Artikel Terkait
Tiang Monorel Mangkrak di Rasuna Said Akhirnya Dibongkar Malam Ini
Skripsi yang Tersandera Birokrasi: Gelar atau Gagasan?
Cinta yang Lelah di Tanah yang Terus Dijarah
Bolsonaro Terjatuh di Balik Jeruji, Dilarikan ke Rumah Sakit