Kompolnas disebutnya turun langsung mengawasi penanganan kasus ini di Polda Kalimantan Timur.
Selain itu, ada pula kasus hilangnya Iptu Tommy Samuel Marbun di Papua Barat. Hingga kini, keluarga korban masih menunggu kejelasan, dan pengawalan Kompolnas pun terus berjalan.
Tak ketinggalan, sejumlah unjuk rasa yang berujung korban, termasuk yang terjadi Agustus lalu, juga masuk dalam pantauan. Kemudian, ada kasus meninggalnya Brigadir Nur Hadi dari Propam Polda NTB. Untuk yang satu ini, tersangka sudah ditetapkan dan proses hukum masih berlangsung.
Kasus terakhir yang masih menyisakan duka adalah meninggalnya diplomat Kementerian Luar Negeri, Arya Daru Pangayunan. Atas permintaan keluarga, Kompolnas masih terus memantau perkembangan penyelidikan yang ditangani Polda Metro Jaya.
“Kami masih mengikuti perkembangan kasus ini sesuai dengan harapan dan permintaan keluarga besar almarhum,” kata Yusuf.
Di luar perkara pidana, Kompolnas juga aktif hadir dalam sidang Komisi Kode Etik Polri. Sidang-sidang yang menyangkut pelanggaran serius dan jadi sorotan publik itu mereka awasi langsung.
“Dalam beberapa sidang kode etik, Kompolnas hadir langsung untuk memastikan proses berjalan transparan dan akuntabel,” pungkas Yusuf menutup penjelasannya.
Artikel Terkait
Lapangan Gaspa Palopo Resmi Dibuka Usai Revitalisasi Senilai Rp 3,5 Miliar
Dua Perempuan Diamankan Polisi Usai Video Penginjakkan Alquran Viral di Lebak
Harga Emas Pegadaian Stabil, Galeri24 dan UBS Tak Bergerak
Wakil Bupati Bone Lepas Kontingen MTQ, Targetkan Juara Umum di Tingkat Provinsi