Interogasi oleh Kapolrestabes
Gelombang publikasi kasus ini makin kuat setelah sebuah video interogasi beredar. Dalam unggahan di akun Instagram Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan terlihat menyidik AAS langsung di ruang kerjanya.
Luthfie menanyai sumber video viral yang memperlihatkan penganiayaan itu. AAS menjawab, rekaman itu berasal dari CCTV di rumahnya yang dipasang untuk memantau anak.
"CCTV di rumah buat baby gitu Pak, biar kalau misalkan ditinggal takut gelundung atau menangis gitu sih Pak," jelas AAS.
Namun begitu, Kapolrestabes tak menerima alasan itu. Luthfie justru menyoroti dampak psikologis yang lebih dalam.
"Kamu laki-laki apa perempuan? Itu satu. Yang kedua yang lebih parah lagi, di depan anak-anakmu. Itu yang paling saya gak terima. Kamu mikirin gak kondisi psikologis anakmu kayak apa jadinya?" tegas Luthfie kepada AAS.
Pertanyaan itu menggantung, meninggalkan kesan mendalam tentang betapa rumit dan tragisnya drama rumah tangga ini. Kasus yang awalnya tampak hitam putih, kini berbalik menyisakan banyak tanda tanya.
Artikel Terkait
Pria di Palopo Meninggal Gantung Diri Usai Tunjukkan Perilaku Mengkhawatirkan
Jenazah Perempuan Ditemukan Mengapung di Sungai Paria Barru, Diduga Korban Tenggelam Saat Cari Kerang
Kisah Prajurit Ngatijan dan Ilmu Kebal yang Selamatkan Rekan dari Tembakan Belanda di Papua
Polri dan Kemenhaj Bentuk Satgas Khusus untuk Berantas Penipuan Haji dan Umrah