Operasi Militer AS di Caracas: Maduro Ditangkap dan Dibawa ke Penjara New York

- Senin, 05 Januari 2026 | 03:36 WIB
Operasi Militer AS di Caracas: Maduro Ditangkap dan Dibawa ke Penjara New York

Ledakan mengguncang Caracas di tengah malam buta, Sabtu (3/1) lalu. Serangan udara Amerika Serikat itu bukan sekadar serangan biasa operasi militer tersebut berakhir dengan penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, oleh pasukan elite AS. Sebuah langkah dramatis yang langsung memicu kecaman keras dari pemerintah Venezuela, yang menuduh Washington melanggar kedaulatan dan hukum internasional. Kini, Maduro sudah berada di wilayah AS.

Berikut adalah rangkaian peristiwa yang terungkap sejauh ini.

Korban Jiwa Berjatuhan di Bawah Serangan

Gambaran awal tentang dampak serangan itu sungguh suram. Menurut laporan The New York Times yang mengutip pejabat Venezuela, sedikitnya 40 orang tewas. Angka itu mencakup warga sipil dan tentara. Salah satu serangan dilaporkan menghantam sebuah bangunan tempat tinggal tiga lantai di La Mar Catia, wilayah pesisir dekat Bandara Caracas.

Di antara mereka yang tidak selamat adalah Rosa Gonzalez, seorang perempuan berusia 80 tahun, bersama anggota keluarganya. Banyak juga yang terluka dalam insiden itu.

Kekacauan langsung menyebar. Warga yang terbangun oleh dentuman berhamburan ke jendela dan teras rumah mereka di kegelapan listrik padam di sejumlah area, menambah suasana mencekam. "Dari sini, kami bisa mendengar ledakan di sekitar Fort Tiuna," kata Emmanuel Parabavis (29) kepada AFP, merujuk pada salah satu pangkalan militer terbesar di negara itu. Kebingungan dan kepanikan jelas terasa.

Perjalanan Paksa ke New York

Setelah ditangkap, Maduro dan istrinya, Celia Flores, langsung dibawa pergi. Mereka tiba di sebuah pangkalan militer AS di New York pada hari Minggu (4/1). Menurut pantauan AFP, Maduro turun dari pesawat pemerintah AS dengan dikawal ketat agen FBI. Ia masih mengenakan sweater dan celana training abu-abu yang melekat di tubuhnya sejak penangkapan. Dari landasan, mereka langsung dibawa pergi menuju Fasilitas Garda Nasional New York.

Masa Tahanan di Penjara Federal

Wali Kota New York, Zohran Mamdani, kemudian mengonfirmasi bahwa mantan presiden itu dan istrinya akan dijebloskan ke penjara federal kota New York.

"Saya diberi tahu militer AS, bahwa Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya yang baru saja ditangkap, akan dipenjara di penjara federal kota New York," tulisnya di akun X resminya, @NYCMayor.

Mamdani tidak menyembunyikan kritiknya terhadap tindakan pemerintah federalnya sendiri. "Bagaimanapun, menyerang sebuah negara berdaulat adalah tindakan perang dan melanggar hukum federal dan internasional," tegasnya.

Di tengah situasi yang memanas, ia menyatakan prioritasnya adalah menjaga keamanan warga New York, termasuk puluhan ribu imigran Venezuela yang menetap di sana. "Fokus saya adalah keamanan mereka, dan keamanan setiap warga New York. Kami akan terus memonitor situasi dan menyampaikan arahan-arahan yang relevan," ucap Mamdani.

Segunung Tuduhan Menanti


Halaman:

Komentar