Sikap Tegas dari Gedung Sate
Gelombang reaksi pun berdatangan, salah satunya dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM. Melalui akun Instagramnya, ia menyuarakan kecaman keras terhadap aksi intimidasi tersebut.
Menurutnya, zaman sudah berubah. Kritik, bahkan cacian, harus diterima dengan lapang dada oleh seorang pemimpin. Yang terpenting justru adalah langkah konkret untuk berbenah.
Dedi berharap insiden seperti ini tidak terulang. Ia mendorong semua pihak, dari masyarakat hingga kepala desa, untuk duduk bersama dalam semangat rekonsiliasi. Tak lupa, ia meminta bupati setempat untuk turun tangan dan mengawal proses ini.
Riwayat Keluhan Warga
Sebenarnya, ini bukan kali pertama keluhan muncul terhadap Kepala Desa Panggalih. Sudah ada sejarah panjang di baliknya. Pada 1 Juni 2023 silam, ratusan warga bahkan mendatangi Bupati Garut kala itu, Rudy Gunawan, untuk menyampaikan kekecewaan mereka.
Mereka membawa lebih dari seribu tanda tangan yang intinya menuntut evaluasi terhadap sang Kades. Keluhannya beragam, mulai dari kinerja yang dianggap lamban, dugaan korupsi bantuan warga, hingga sampai memicu pengunduran diri sejumlah Ketua RW secara serentak.
Warga mengaku sudah mencoba jalan musyawarah, tapi selalu mentok. Menanggapi hal ini, Rudy Gunawan menyarankan agar Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dilibatkan secara maksimal. Ia juga mengingatkan, ada empat hal yang bisa menghentikan seorang kepala desa: habis masa jabatan, meninggal dunia, terjerat kasus hukum, atau mengundurkan diri.
Nah, kasus intimidasi terhadap Holis ini seperti menjadi titik puncak dari ketidakpuasan yang sudah lama mengendap. Sebuah potret buram yang sayangnya, masih terjadi di beberapa tempat.
Artikel Terkait
Ridwan Kamil dan Atalia Resmi Berpisah Setelah 29 Tahun
Pencarian Syafiq Ridhan di Gunung Slamet: Tongkat dan Doa Seorang Ayah di Hutan Belantara
Royman dan Alarm Demokrasi: Saat Watchdog Dihantam di Morowali
Kiai Didin: Di Balik Kesulitan, Selalu Ada Kemudahan