Emmanuel Parabavis, seorang pegawai humas berusia 29 tahun, mendengar semuanya dari distrik El Valle tempat tinggalnya.
"Dari sini, kami bisa mendengar ledakan di sekitar Fort Tiuna," ujarnya, merujuk pada salah satu pangkalan militer terbesar di Venezuela.
"Saat ini terdengar suara seperti senapan mesin. Ada banyak dentuman dan tembakan," tambah Parabavis, menggambarkan situasi yang masih belum benar-benar reda.
Di sisi lain, dari Washington, Presiden AS Donald Trump menyampaikan pernyataan yang kontras. Dalam konferensi pers, ia menegaskan tidak ada korban jiwa di pihak militernya.
"Tidak satu pun anggota militer Amerika yang tewas dan tidak satu pun peralatan militer Amerika yang hilang," tegas Trump.
"Kami memiliki banyak helikopter, banyak pesawat, dan sangat banyak personel yang terlibat. Tapi pikirkan hal ini. Tidak satu pun peralatan yang hilang. Dan yang lebih penting, tidak satu pun anggota militer yang tewas," lanjutnya.
Trump menekankan keunggulan militer AS, baik dari sisi personel maupun teknologi persenjataan. Klaim itu menggema jauh dari tangis dan reruntuhan di La Mar Catia.
Artikel Terkait
Makassar Tinggalkan Open Dumping, Beralih ke Sistem Sampah Berkelanjutan
Lapangan Gaspa Palopo Resmi Dibuka Usai Revitalisasi Senilai Rp 3,5 Miliar
Dua Perempuan Diamankan Polisi Usai Video Penginjakkan Alquran Viral di Lebak
Harga Emas Pegadaian Stabil, Galeri24 dan UBS Tak Bergerak