Minggu pagi di Bundaran HI itu ramai, seperti biasa. Deretan pesepeda, pejalan kaki yang santai, dan dentuman musik live menciptakan energi khas Car Free Day. Di tengah keriuhan itu, Vira berjalan pelan ditemani sang suami, Ryan. Putri kecil mereka, Raisa yang baru tiga tahun, tampak antusias menyaksikan sekeliling. Bagi keluarga ini, CFD bukan sekadar rutinitas akhir pekan. Ini adalah penutup yang pas untuk liburan singkat Raisa sebelum kembali ke playgroup-nya.
“Iya, bener banget,” ujar Vira, mengiyakan pertanyaan apakah CFD sengaja dijadikan momen pamungkas liburan sang anak.
Rupanya, datang ke sini sudah jadi kebiasaan. “Pasti biasanya saya bertiga. Suami, saya, sama anak,” katanya.
Libur akhir tahun kali ini memang tak panjang. Raisa, yang bersekolah tiga kali seminggu, hanya libur sejak Senin lalu. “Singkat sih, cuma sekitar seminggu,” ucap Vira. Tapi meski singkat, mereka berusaha mencari suasana berbeda. Dan CFD selalu jadi pilihan.
Alasannya sederhana: Raisa suka keramaian.
“Emang seneng, dia happy banget kalau keramaian begini,” tutur Vira sambil tersenyum.
Jadi, hampir setiap akhir pekan, keluarga ini memilih menghabiskan waktu di luar rumah. “Ya cari udara segar, cari-cari suasana baru gitu,” lanjutnya. Acaranya pun beragam. Jalan-jalan, tentu saja. Tapi yang tak kalah seru adalah berburu jajanan. “Kebanyakan jajan juga sih,” akunya sambil tertawa lepas.
Artikel Terkait
Di Balik Stereotip Manja: Kesepian yang Tak Terungkap dari Anak Bungsu
Retret Kabinet Berakhir, Prabowo Apresiasi Inisiatif Menteri dan Sinyalkan Optimisme 2026
Pikiran Kita, Peta Mereka: Ketika Algoritma Menggambar Ulang Realitas
Pemerintah Segera Cairkan Kompensasi untuk Korban Banjir Sumatera