Minggu pagi di kawasan CFD Kayuringin, Bekasi, tak hanya ramai dengan pejalan kaki dan pesepeda. Kerumunan lain justru terlihat di sebuah tenda biru, tempat petugas dari Puskesmas Bantargebang membuka layanan cek kesehatan untuk umum. Semuanya gratis.
Antrean sudah mengular sejak pagi. Kebanyakan memang warga lanjut usia yang ingin mengecek tensi atau kadar gulanya. Tapi, jangan salah, beberapa anak muda juga terlihat ikut mengantre. Tampaknya, kesadaran untuk rutin mengecek kesehatan mulai merata di berbagai kalangan.
Menurut sejumlah saksi, suasana di tenda itu cukup hidup. Para petugas dengan sabar melayani satu per satu. "Cukup bawa KTP saja untuk daftar," jelas salah seorang perawat di sana. Semua pemeriksaan, dari uji gula darah hingga tekanan darah, benar-benar tidak dipungut biaya sepeser pun.
Ini bukan kegiatan sekali jalan. Rupanya, agenda serupa sudah jadi program rutin Dinas Kesehatan Kota Bekasi. Setiap minggunya, puskesmas berbeda yang mendapat giliran turun ke ruang publik. Tujuannya sederhana: mendekatkan layanan kesehatan ke warga, membuatnya lebih mudah diakses.
Di sisi lain, para petugas berharap langkah kecil ini bisa membawa dampak besar. Dengan memeriksa kesehatan secara berkala, masalah bisa terdeteksi lebih awal. Kesadaran untuk hidup sehat, menurut mereka, harus dimulai dari hal-hal yang praktis seperti ini.
Respon warga sendiri sangat positif. Mereka yang biasanya hanya lewat untuk olahraga ringan, kini punya bonus: bisa sekalian cek kesehatan sebelum pulang. Sebuah kolaborasi yang bagus antara aktivitas publik dan pelayanan dasar.
Artikel Terkait
Waspada Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di Sejumlah Wilayah Sulawesi Selatan
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem untuk Aceh dan Sumut
Kematian Bos Kartel El Mencho Picu Gelombang Kekerasan di Meksiko
LPDP Perketat Pengawasan, 600 Penerima Beasiswa Diselidiki atas Dugaan Pelanggaran