Pada Minggu pagi (4/1), langit di atas Semenanjung Korea kembali pecah oleh sebuah uji coba militer. Korea Utara diketahui telah meluncurkan sebuah rudal balistik ke arah perairan sebelah timur, wilayah yang juga sering disebut sebagai Laut Jepang.
Konfirmasi pertama datang dari Seoul. Militer Korea Selatan dengan cepat merilis pernyataan singkat namun tegas.
"Korea Utara telah menembakkan rudal balistik yang tak dikenal, ke Laut Timur,"
Begitu bunyi pernyataan mereka, seperti yang dilaporkan oleh media internasional. Suara itu bergema, dan tak lama kemudian, deteksi serupa dilaporkan dari seberang laut.
Jepang, melalui Kementerian Pertahanannya, ikut mendeteksi peluncuran itu. Menurut pantauan mereka, rudal tersebut diperkirakan telah jatuh sekitar pukul 08.08 waktu setempat di sebuah lokasi yang sengaja tidak dirinci. Detailnya samar, tapi pesannya jelas.
Ini bukan kali pertama, tentu saja. Tapi setiap peluncuran selalu membawa nuansa berbeda. Uji coba terakhir Pyongyang terjadi pada November 2025 silam. Saat itu, aksi mereka menyusul keputusan Presiden Donald Trump yang menyepakati rencana Korea Selatan untuk membangun kapal selam nuklir. Sebuah gerakan yang tampaknya tak pernah diabaikan oleh rezim di Utara.
Lantas, apa tujuan di balik aksi terbaru ini? Beberapa pengamat melihatnya sebagai bagian dari upaya panjang untuk menyempurnakan presisi serangan rudal mereka. Akurasinya terus dikejar. Namun begitu, ada pula spekulasi lain yang beredar: bahwa Korea Utara mungkin sedang menguji kualitas senjata-senjata andalannya sebelum akhirnya dikirim ke mitra seperti Rusia. Ekspor militer menjadi bisnis yang serius.
Bagaimanapun, langkah ini jelas bukan sekadar rutinitas latihan. Ia menciptakan tantangan nyata, khususnya bagi Korea Selatan dan sekutunya, Amerika Serikat. Ketegangan di kawasan ini seperti pendulum, berayun antara keheningan dan ledakan dan hari ini, pendulum itu kembali bergerak.
Artikel Terkait
Anggota DPR Soroti Potensi Oligarki dalam Distribusi Gas 3 Kg
Kejagung Tegaskan Tuntutan Mati untuk ABK Sabu 2 Ton Berdasar Bukti Kuat
Menteri Agama Terbang Jet Pribadi Rp566 Juta, ICW Soroti Potensi Gratifikasi
Sassuolo Hajar Verona 3-0, Jay Idzes Jadi Pilar Pertahanan