Seiring waktu, mereka dipaksa bekerja sama dalam berbagai operasi berisiko tinggi. Dari sinilah benih-benih kedekatan mulai tumbuh. Awalnya murni profesional, tapi lama-lama jadi lebih dari itu. Mereka bahkan terlibat dalam upaya membongkar kasus penculikan oleh teroris, sekaligus mengungkap jaringan kriminal yang mencuri rahasia militer.
Di sisi lain, kehadiran Xia Chu pelan-pelan membuka tembok yang dibangun Liang Muze. Keteguhan dan kelembutan sang dokter menjadi semacam penawar bagi kerasnya hidup yang dijalani sang prajurit. Mereka seringkali harus tinggal satu atap selama misi, dan dari kebersamaan yang sederhana itulah, ikatan emosional mereka menguat.
Cinta mereka bukan cuma lahir dari momen-momen heroik saling menyelamatkan. Tapi justru dari rutinitas dan saling percaya yang dibangun sehari-hari.
Pada akhirnya, Liang Muze dan Xia Chu bukan cuma sukses menuntaskan tanggung jawab mereka sebagai tentara dan tenaga medis. Di bawah tekanan ancaman yang konstan, mereka berhasil menjaga perasaan yang telah tumbuh, membuktikan bahwa cinta bisa tetap hidup bahkan di tengah pengabdian yang paling berat sekalipun.
Artikel Terkait
Demokrat Laporkan Empat Akun Medsos ke Polda Metro, Tuding Sebar Fitnah Soal SBY dan Ijazah Jokowi
Solidaritas Berkobar: Warga Brasil Bakar Bendera AS Dukung Maduro
Trump Hina Petro Pria Sakit Pengedar Kokain, Presiden Kolombia Ancam Angkat Senjata
Said Didu Tuding Angkatan 98 Serahkan Negara ke Oligarki