Lantas, berapa banyak laporan yang benar-benar darurat? Jumlahnya jauh lebih sedikit. Kebanyakan yang valid berkisar pada kecelakaan lalu lintas, pengaduan gangguan keamanan ringan, atau sekadar warga yang minta informasi. Intinya, sangat minim.
Di sisi lain, Rama khawatir. Kesibukan akibat panggilan iseng ini berpotensi menutup akses bagi warga yang sedang panik dan butuh bantuan secepat kilat. Bayangkan jika ada laporan serius tapi nomor daruratnya sibuk respon bisa molor, dan konsekuensinya bisa fatal.
Menariknya, Polresta punya kanal pengaduan lain via WhatsApp, "Wadul Kapolresta". Sepanjang tahun yang sama, kanal ini menerima 186 aduan. Dan semua laporannya valid, ditindaklanjuti, tanpa satu pun yang iseng.
Bagi Rama, perbandingan ini jelas. Masyarakat yang punya urusan serius ternyata memilih saluran yang tepat dan lebih bertanggung jawab.
"Kami minta warga bijak menggunakan 110. Ini untuk darurat. Kalau bukan hal mendesak, gunakan jalur lain," imbaunya. Tujuannya satu: memastikan bantuan sampai tepat waktu pada yang benar-benar memerlukan.
Artikel Terkait
Ahli Hukum UI: Peluang Polda Metro Hentikan Kasus Ijazah Jokowi Hampir Mustahil
Ade Darmawan Tanya Jalur Hukum, Tapi Tudingan ke Demokrat Dibiarin Berbulan-bulan
Kapal The Angkal 6 Terbakar, 97 Orang Dievakuasi di Tengah Laut Bali
Pandji Pragiwaksono Buka Buka-bukaan di Mens Rea, Panggung Komedi Jadi Ruang Kritik