Suasana di Warakas, Jakarta Utara, masih terasa berat. Di tengah duka itu, Bagas, seorang tetangga, mencoba mengingat-ingat. Malam sebelum tragedi itu pecah, ia sempat bertemu dengan Afiah Al Adilah Jamaludin, anak sulung korban yang berusia 28 tahun.
Pertemuannya dengan Afiah terjadi secara tak terduga. "Iya, tanggal 1 malam-malam tuh," kenang Bagas ketika ditemui Sabtu lalu. Waktu itu, ia baru saja mengantar tukang pijat pulang. "Terus ketemu enggak sengaja di jalan, aku panggil kak. Udah sampai situ doang sih."
Bagas menegaskan, tak ada yang aneh dari pertemuan singkat itu. Afiah tampak biasa saja. "Jadi aku pikir ya nggak ada apa-apa," ujarnya, sambil menyebut hubungan bertetangga mereka selama ini selalu baik-baik saja. Ia memperkirakan peristiwa singkat itu berlangsung sekitar pukul 8 sampai 9 malam.
Di sisi lain, tetangga lain, Aryuni Wulan Febri (51), memberi gambaran tentang rutinitas keluarga itu. Menurutnya, Afiah dan adiknya, Abdullah Syauqi Jamaludin (23), sehari-hari berjualan es teh. "Jadi kita kalau ketemu ya paling sekadar say hello aja," tutur Wulan.
Artikel Terkait
BAZNAS Salurkan 150 Paket Sembako di Buka Puasa Bersama Bupati Bone
Pria Diduga Anggota PIS Diamankan di Mimika Atas Dugaan Sebar Konten Provokatif
Es Cincau Gula Merah, Takjil Segar Kaya Vitamin untuk Buka Puasa
Wapres Keenam RI Try Sutrisno Wafat, Pramono Anung Kenang Sosok Teguh Penjaga Pancasila