Ia lalu merinci posisi ketiga korban. Sang ibu, Siti Soliha, ada di kamar pertama. Kakak perempuan, Afiah Al Adilah Jamaludin, di kamar kedua. Sementara adik bungsu, Adnan Al Abrar Jamaludin, tergeletak di ruang tamu. Semuanya sudah tak bergerak, mulutnya mengeluarkan busa.
Wulan langsung panik. Takut, ia memilih untuk segera keluar. "Nggak berani pegang atau ngecek masih hidup apa nggak. Harus keluar, saya panggil Pak RT dulu," jelasnya. Baginya, ini urusan yang harus ditangani pihak berwenang.
Tak lama kemudian, RT setempat datang. Ambulans dan polisi segera dihubungi untuk mengevakuasi dan memproses TKP.
Hingga kini, penyebab pasti tragedi ini masih diselidiki polisi. Mereka menunggu hasil uji toksikologi dari autopsi yang telah dilakukan. Sementara itu, satu nyawa lain masih bergantung. Abdullah Syauqi Jamaludin (23), anggota keluarga yang juga ditemukan di rumah itu, masih berjuang di ruang perawatan intensif rumah sakit. Kondisinya kritis.
Rumah kontrakan yang sunyi itu kini menyisakan duka dan tanda tanya besar.
Artikel Terkait
Polisi Bantah Isu Blokade Jalan Sudirman Bandung, Sebut Hanya Rekayasa Lalin
Tompi dan Mahakarya Banyak Upaya di Tengah Bencana
Janji Donatur Sirna, Masjid di Gunungkidul Tinggal Reruntuhan
Fadli Zon Bantah Tudingan Militeristik, Sebut Kepemimpinan Prabowo Jalan Beradab