Suasana tegang kembali menyelimuti Yaman. Jumat lalu, kelompok separatis di sana mengumumkan rencana referendum kemerdekaan. Aidaros Alzubidi, Presiden Dewan Transisi Selatan (STC), menyatakan fase transisi menuju kemerdekaan penuh bakal memakan waktu dua tahun. Dalam kurun waktu itu, mereka berencana membuka dialog dengan kelompok Houthi yang menguasai kawasan utara.
Tapi jangan salah. Peringatannya juga keras. Alzubidi menegaskan, kelompoknya tak akan ragu mendeklarasikan kemerdekaan lebih cepat. Syaratnya, jika dialog tak kunjung terjadi atau jika Yaman selatan kembali diserang.
Dalam pernyataannya yang disiarkan televisi, Alzubidi secara khusus meminta dukungan dunia internasional.
Gerakan STC belakangan ini memang makin agresif. Bulan lalu, pasukan mereka berhasil merebut sebagian besar wilayah Hadramout dan Al-Mahra. Serangan itu hampir tak menemui perlawanan berarti. Hadramout sendiri berbatasan langsung dengan Arab Saudi, sementara Al-Mahra bersebelahan dengan Oman.
Artikel Terkait
Menteri Agama Ingatkan ASN: Kain Putih di Sorotan Publik 24 Jam
Amien Rais Tantang Prabowo: Anda Belum Jadi Presiden Sungguhan
Menag: Anggaran Terbatas Bukan Halangan untuk Cetak Prestasi
Wahdah Islamiyah Jelaskan Kapan Salat di Kendaraan Boleh Dilakukan