Nada tegasnya jelas. TNI AD, katanya, tak akan pernah mentolerir kekerasan di luar aturan, apalagi yang berujung pada hilangnya nyawa prajurit.
“Apabila dari hasil penyelidikan terbukti adanya pelanggaran hukum maupun disiplin militer, proses hukum akan ditegakkan secara tegas sesuai ketentuan berlaku,” tegasnya.
Di sisi lain, perhatian juga dialirkan kepada keluarga almarhum. Tak cuma itu, upaya pembinaan di satuan akan diperkuat. Tujuannya jelas: mencegah terulangnya tragedi memilukan seperti ini.
“Pimpinan TNI AD berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini secara profesional, adil, dan bertanggung jawab,” kata Donny. Komitmen itu diutarakan untuk menjaga keadilan bagi almarhum dan keluarganya, sekaligus memulihkan kehormatan institusi.
Peristiwa ini terjadi di Pos Sanepa, Distrik Homeyo, Kabupaten Intan Jaya. Sebuah pos terpencil yang kini menyisakan duka dan tanda tanya besar. Investigasi masih berjalan. Semua menunggu kejelasan, sambil berharap keadilan benar-benar ditegakkan.
Artikel Terkait
Ledakan Tabung Gas di Pabrik Gizi Ngawi Lukai Satu Pekerja
Kedubes Iran Kunjungi Keluarga di Kampar yang Beri Nama Bayi Ali Khamenei
Wamen Pertanian Soroti Impor Gula Rafinasi Tekan Harga Petani
Tersangka Peragakan Ulang Pembunuhan Sadis dan Pemotongan Mayat di Brebes