Di tengah terik matahari Jakarta, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan kabar yang sudah lama dinanti. Usai Upacara Hari Amal Bakti ke-80 Kementerian Agama di Lapangan Kantor mereka, Sabtu (3/1), Menag memastikan bahwa pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren akan segera terealisasi. Tinggal satu hal lagi yang ditunggu: terbitnya Keputusan Presiden.
"Insyaallah dalam waktu dekat ini kita tinggal menunggu Keppres-nya," ujar Nasaruddin kepada para wartawan yang menunggu.
Dia melanjutkan dengan penuh keyakinan, "Internal kami sudah siap, fasilitasnya sudah siap, kurikulumnya juga sudah siap. Tinggal formalitas dari atas."
Rupanya, persiapan internal di Kemenag sudah matang. Semuanya telah disiapkan, mulai dari struktur kelembagaan, berbagai fasilitas pendukung, hingga kurikulum yang akan diterapkan. Pembentukan Ditjen ini bukan sekadar penambahan unit kerja biasa. Ini dilihat sebagai langkah strategis negara untuk mengukuhkan posisi pesantren.
Menurut Nasaruddin, peran pesantren dalam sejarah bangsa ini tak bisa dipandang sebelah mata. Lembaga pendidikan tertua di Indonesia itu telah melahirkan kader-kader bangsa yang berperan besar.
"Alumni-alumni pesantren inilah yang berdarah-darah dan berkeringat, bersama para pejuang lainnya, untuk memerdekakan negeri ini," katanya dengan nada menghargai.
Artikel Terkait
Antrean Mulai Mengular di Banyumanik, Puncak Arus Balik Diprediksi Capai 196 Ribu Kendaraan
Fajar Berdarah di Caracas: Serangan AS Guncang Markas Militer Venezuela
Venezuela Tetapkan Status Keguncangan Eksternal Usai Tuding AS Lakukan Agresi
Krisis Lahan di TPU Karet: Saat Satu Kubur Menampung Tiga Generasi