Dua Penerjun Tewas di Pangandaran Usai Angin Kencang Ubah Arah Terjun

- Jumat, 02 Januari 2026 | 18:18 WIB
Dua Penerjun Tewas di Pangandaran Usai Angin Kencang Ubah Arah Terjun

Dua nyawa melayang dalam sebuah insiden terjun payung yang tragis di perairan Bojongsalawe, Pangandaran. Kejadiannya berawal pada Selasa lalu, tapi pencarian baru benar-benar berakhir hari Jumat ini. Kedua korban, konon warga Bandung, ditemukan terpisah waktu. Yang satu langsung ditemukan saat kejadian, sementara jenazah satunya lagi baru mengapung tiga hari kemudian.

Kapolres Pangandaran, AKBP Andri Kurniawan, membenarkan penemuan terakhir itu pada Jumat (2/1).

"Jenazah ditemukan sekitar pukul 07.00 WIB di bagian Pantai Karapyak, perbatasan wilayah Cilacap-Pangandaran," jelas Andri.

Lokasinya cukup jauh, sekitar 17 mil laut dari bibir Pantai Batukaras. Yang menemukan adalah seorang nelayan asal Cilacap yang sedang berlayar. Dia melihat sesuatu mengapung di laut dan ternyata adalah jenazah korban.

"Tim SAR gabungan langsung bergerak menuju lokasi penemuan," ucapnya.

Angin Berubah Drastis di Ketinggian

Semuanya bermula dari Bandara Nusawiru, Selasa (30/12) pagi. Pesawat latih Cessna 185 PK-SRC milik Genesa Flight Academy membawa lima atlet penerjun payung. Mereka lepas landas sekitar pukul 10.15 WIB, menuju ketinggian yang direncanakan.

Namun begitu, situasi berubah tak terduga. Saat mencapai 10.000 kaki, angin berubah secara signifikan. Perubahan itu begitu kencang, membuat kelima penerjun itu kehilangan kendali dan sama sekali melenceng dari arah pendaratan yang aman.

Kekacauan di udara itu berakhir dengan pendaratan darurat. Tiga penerjun beruntung bisa mendarat di Pantai Bojongsalawe dengan selamat. Sayangnya, nasib berkata lain untuk dua orang lainnya.

"Dua penerjun lainnya jatuh ke perairan laut," kata Andri mengenang kejadian itu.

Satu korban sempat dievakuasi dari laut dalam kondisi meninggal karena tenggelam. Korban terakhir, seperti yang dilaporkan, baru ditemukan pagi tadi setelah tiga hari hilang di lautan.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar