Tahun baru kerap jadi momen untuk introspeksi. Banyak yang ingin berubah, menjadi versi diri yang lebih baik. Nah, ada satu cara sederhana yang ternyata cukup jitu: journaling.
Dengan semangat "New Year, New Me", aktivitas menulis ini bisa membantu kamu mengenali arah hidup sekaligus melihat titik-titik mana saja yang perlu diperbaiki. Ini adalah ruang aman untuk menuangkan isi kepala, emosi, hingga harapan yang kadang sulit diucapkan.
Yang asyik, caranya fleksibel banget. Mau nulis di buku catatan tebal, ketik di notes HP, atau bahkan coret-coret ala art journaling pun boleh. Semua kembali pada kenyamanan dan gaya pribadi.
Menariknya, kebiasaan journaling ini punya wajah yang berbeda-beda pada tiap orang. Seperti yang dilakukan beberapa anggota komunitas, misalnya. Mereka punya cara unik masing-masing. Penasaran?
Dari Catatan Acak hingga Aplikasi: Ragam Cara Mereka Journaling
Ambil contoh Raka Aditya (21). Dia mengaku bukan tipe yang terlalu serius menulis jurnal. Biasanya, dia hanya menulis rangkuman kejadian setahun terakhir secara acak di ponselnya.
Isinya? Campur aduk. Mulai dari hal yang bikin kesal, urusan kuliah, sampai momen receh yang bikin senyum-senyum sendiri. Tapi, di sela-sela curhatannya, Raka juga menyelipkan target.
“Aku juga suka nulis goals tapi versi santai, kayak pengin lebih rajin masuk kelas, kelarin skripsi tepat waktu, dan nggak kebanyakan begadang,” tuturnya.
Berbeda dengan Raka, bagi Yulia Hartanti (39), journaling adalah ritual yang tak terpisahkan dari buku tulisnya. Fokusnya di tahun mendatang lebih banyak tertuju pada orang-orang terdekat.
“Targetku lebih ke keluarga, seperti pengin lebih sabar ke anak, lebih jaga kesehatan, dan lebih rapi ngatur keuangan rumah tangga,” katanya.
Bagi Yulia, proses menulis itu memberinya ketenangan. Rasanya seperti mengobrol pelan dengan diri sendiri sebelum melangkah lebih jauh lagi.
Hal serupa dirasakan Alya Rahma (25) dari Jakarta Timur. Segala hal ia tuangkan ke dalam buku: kelelahan, momen syukur, hingga pelajaran berharga sepanjang tahun. Tak lupa, ia juga menuliskan harapan untuk menjadi pribadi yang lebih baik di tahun berikutnya.
Lain lagi dengan Andre Wijaya (28). Dia memilih memanfaatkan aplikasi khusus untuk journaling menyambut pergantian tahun. Sekarang kan banyak tools yang bisa dipakai, seperti Day One atau Apple Journal.
Menurut Andre, kebiasaan ini memberinya kejelasan arah.
“Journaling bantu aku masuk tahun baru dengan arah yang lebih jelas. Bukan buat bikin hidup kaku, tapi supaya aku tau mau melangkah ke mana,” ujarnya.
Jadi, sebenarnya tidak ada formula yang baku. Yang penting adalah memulai dan menemukan ritme yang pas untuk diri sendiri.
Artikel Terkait
BMKG Catat 4.879 Kali Gempa di Indonesia Sepanjang Januari 2026
Mantan Bos Google Peringatkan Krisis Listrik AS Akibat Ledakan AI
Pegadaian Catat Laba Bersih Rp8,34 Triliun di 2025, Naik 42,6%
Jadwal Imsakiyah dan Waktu Salat Hari Pertama Ramadan 1447 H di Surabaya