Hingga penghujung tahun 2025, Indonesia mencatat 62 kasus infeksi yang disebabkan oleh influenza A H3N2, atau yang populer disebut 'Super Flu'. Virus ini sudah menyebar di delapan provinsi, berdasarkan data resmi dari Kementerian Kesehatan. Namun begitu, situasinya ternyata tidak merata di semua daerah.
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), misalnya, hingga saat ini masih dinyatakan bebas dari temuan kasus tersebut. Kabar ini datang langsung dari Kepala Dinas Kesehatan DIY, Gregorius Anung Trihadi.
“Sampai saat ini belum ada kasus yang terlaporkan di DIY. Berdasarkan sistem laporan mingguan kami, sampai minggu ke-51 belum ada kasus di DIY,”
kata Anung saat dikonfirmasi pada Jumat (2/1) lalu.
Menurutnya, pemantauan rutin atau surveilans terhadap penyakit infeksi semacam ini memang terus dilakukan setiap minggu. Tujuannya jelas: untuk mengantisipasi dan merespons dengan cepat jika suatu saat terjadi lonjakan kasus. Jadi, meski belum ada laporan, kewaspadaan tetap dijaga.
Lalu, apa sebenarnya Super Flu ini? Anung menjelaskan bahwa sebutan itu merujuk pada virus influenza yang sudah dikenal, bukan jenis baru. Gejalanya mirip flu biasa demam, sakit tenggorokan, batuk, dan pegal-pegal di sekujur tubuh hanya saja intensitasnya cenderung lebih tinggi.
“Ini bukan virus baru, tapi bagian dari virus influenza yang sudah ada, hanya sedikit lebih mudah menular. Perlu selalu menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh dan selalu menerapkan PHBS. Tetap waspada, tetapi jangan panik dan takut berlebihan,”
tegasnya.
Di sisi lain, temuan 62 kasus di tingkat nasional ini didapat dari sistem surveilans yang cukup ekstensif. Jaringannya meliputi 88 pusat pemantauan, tersebar dari puskesmas hingga rumah sakit di seluruh Indonesia, yang mengawasi gejala mirip influenza (ILI) dan infeksi saluran pernapasan akut berat (SARI).
Daerah dengan kasus terbanyak tercatat di Jawa Timur, disusul Kalimantan Selatan dan Jawa Barat. Angka itu sendiri merupakan akumulasi hingga akhir Desember lalu.
Sebagai langkah pencegahan, vaksinasi flu tahunan sangat dianjurkan, terutama bagi kelompok rentan. Imbauan lainnya cukup sederhana namun efektif: kalau merasa tidak enak badan, sebaiknya istirahat di rumah. Pakai masker, terapkan etika batuk yang benar, dan jangan tunda untuk periksa ke fasilitas kesehatan jika gejala tak kunjung membaik setelah tiga hari atau malah bertambah parah.
Artikel Terkait
17 Februari dalam Catatan Sejarah: Dari Tsunami Maluku 1674 hingga Kelahiran Buya Hamka dan Michael Jordan
Rooney Ingatkan Risiko Euforia United Strands, Cunha Tegaskan Fokus Hanya pada Poin
Tyler Morton Ungkap Kurangnya Kepercayaan dari Arne Slot Sebabkan Hengkang ke Lyon
Persib Dikabarkan Intip Kiper Belanda Ronald Koeman Jr.