Catatan 62 Kasus Super Flu H3N2 di Indonesia, Tiga Provinsi Jadi Penyumbang Terbesar

- Jumat, 02 Januari 2026 | 10:36 WIB
Catatan 62 Kasus Super Flu H3N2 di Indonesia, Tiga Provinsi Jadi Penyumbang Terbesar

Hingga akhir tahun 2025, sistem surveilans nasional mencatat temuan yang cukup menggelitik perhatian: ada 62 kasus yang disebut "Super Flu", atau infeksi influenza A (H3N2). Angka ini bukan muncul begitu saja, melainkan hasil pantauan yang cukup ketat.

Menurut drg. Widyawati, juru bicara Kemenkes RI, temuan itu bersumber dari laporan 88 sentinel. Apa itu sentinel? Mereka adalah titik pemantauan untuk influenza like illness (ILI) dan severe acute respiratory infections (SARI) yang tersebar di berbagai fasilitas kesehatan mulai dari puskesmas, balai kesehatan, sampai rumah sakit di seluruh Indonesia.

"Berdasarkan pemeriksaan dari 88 sentinel ILI SARI di seluruh Indonesia yang diperiksa di laboratorium kesehatan masyarakat serta laboratorium rujukan berstandar biosafety level 3 (BSL-3), hingga akhir Desember tercatat total 62 kasus di delapan provinsi,"

kata drg Widyawati dalam keterangannya, dikutip Jumat (2/1).

Dari delapan provinsi itu, tiga wilayah menyumbang kasus terbanyak. Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat menjadi kontributor utama temuan super flu nasional berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium.

Lantas, apa sebenarnya "Super Flu" ini? Pertanyaan itu dijawab oleh Prof. Tjandra Yogaaditama, mantan Direktur WHO Asia Tenggara.

Tjandra menjelaskan, istilah yang ramai dibicarakan itu sebenarnya merujuk pada penyakit flu akibat virus influenza A H3N2 sub clade K. Virus ini bukan hal baru; sudah beredar sejak beberapa waktu lalu. Namun begitu, yang membuatnya heboh dan jadi sorotan adalah dampaknya di Amerika Serikat, di mana virus ini memicu lonjakan kasus rawat inap yang signifikan.

Bukan cuma di AS. Peningkatan kasus di Jepang dan Kanada pada Oktober lalu juga didorong oleh H3N2. Kemungkinan besar, tren serupa terjadi di negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand.

Di sisi lain, langkah pencegahan tetap bisa dilakukan. Ahli kesehatan dari Universitas Indonesia, dr. Ngabila Salama, menekankan pentingnya vaksinasi sebagai salah satu tameng.

"Cegah Super Flu vaksinasi flu 1 tahun sekali terutama untuk kelompok rentan yang jika kena flu bisa pneumonia dan meninggal (parah): bayi di atas 6 bulan, balita, ibu hamil, lansia, tenaga kesehatan, orang dengan komorbid HT, DM, penyakit jantung, kanker, autoimun, HIV, TBC, alergi / asma, riwayat terpapar asap rokok, dan lain-lain,"

tutur Ngabila.

Jadi, meski datanya terlihat, kewaspadaan dan upaya proteksi diri terutama bagi yang paling rentan tetap jadi kunci utama.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar