Hilangnya Para Pemimpin Hamas, Tapi Bukan Akhir dari Perlawanan

- Jumat, 02 Januari 2026 | 10:20 WIB
Hilangnya Para Pemimpin Hamas, Tapi Bukan Akhir dari Perlawanan

Perang ini memang telah merenggut banyak nyawa dari kalangan pimpinan Hamas. Itu fakta yang tak terbantahkan. Tapi, kalau kita lihat lebih dalam, ada hal lain yang justru lebih krusial. Mereka ternyata masih bisa mempertahankan struktur organisasinya tetap solid, tetap berjalan. Bahkan, mereka sudah menyiapkan generasi pemimpin baru yang tangguh. Generasi ini siap mengisi pos-pos yang kosong dan terus bergerak. Itulah, barangkali, ukuran kekuatan sebuah gerakan yang sebenarnya.

Hingga awal tahun 2026, operasi militer Israel di Gaza telah menewaskan sebagian besar elite politik dan militer Hamas. Banyak nama besar yang sudah tiada.

Di sisi lain, mari kita runut satu per satu para pemimpin utama yang dikonfirmasi gugur.

Pimpinan Tertinggi & Politik

  • Ismail Haniyeh: Dia adalah Kepala Biro Politik Hamas yang bermarkas di Qatar. Haniyeh tewas dalam sebuah serangan bom saat sedang berada di Teheran, Iran, tepatnya pada 31 Juli 2024.
  • Saleh al-Arouri: Sebagai Wakil Kepala Biro Politik, ia juga dikenal sebagai pendiri sayap militer Hamas di Tepi Barat. Nasibnya berakhir di Beirut, Lebanon, setelah sebuah serangan pesawat nirawak menghantamnya pada Januari 2024.
  • Yahya Sinwar: Dia adalah Ketua Biro Politik Hamas di Gaza, menggantikan Haniyeh. Sinwar tewas dalam baku tembak sengit dengan pasukan Israel di Rafah, 16 Oktober 2024.

Komandan Militer (Brigade Izzuddin al-Qassam)

  • Mohammed Deif: Panglima tertinggi Brigade al-Qassam ini jadi target utama. Israel mengklaim sudah membunuhnya lewat serangan udara pada 13 Juli 2024, meski awalnya Hamas meragukan klaim itu.
  • Mohammed Sinwar: Adik kandung Yahya Sinwar ini mengambil alih komando militer pasca-kematian Deif. Jasadnya baru ditemukan di terowongan Khan Yunis pada Mei 2025, mengonfirmasi kematiannya.
  • Abu Ubaidah (Hudhayfa al-Kahlout): Wajah ikonik yang kerap muncul sebagai juru bicara sayap militer. Hamas baru mengumumkan secara resmi kematiannya pada Desember 2025. Konon, ia sudah tewas sejak Agustus di tahun yang sama akibat serangan di Kota Gaza.
  • Marwan Issa: Posisinya sebagai wakil komandan militer tertinggi kedua setelah Deif. Ia tewas pada Maret 2024.
  • Raed Saad: Salah satu otak di balik serangan 7 Oktober, komandan tingkat tinggi ini gugur di sebuah terowongan pada Desember 2025.
  • Mohammed Shabanah: Dia yang memimpin Brigade Rafah, akhirnya tumbang dalam serangan udara di tahun 2025.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar