Gambar: Ilustrasi anak-anak menerima makanan.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digaungkan pemerintah ternyata menyimpan catatan lain. Indonesia Corruption Watch (ICW) baru-baru ini merilis temuan yang cukup menggelitik: ada afiliasi politik di balik sejumlah yayasan mitra pelaksananya. Lembaga antikorupsi itu menyebut setidaknya 28 yayasan pengelola program itu terindikasi punya kaitan dengan partai politik.
Pemantauan dilakukan secara acak pada Oktober hingga November 2025 lalu, mencakup 102 yayasan pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah. Hasilnya? Lebih dari seperempatnya menunjukkan benang merah politik.
Yang menarik, jumlah individunya justru lebih banyak lagi. Seira Tamara, peneliti ICW, membeberkan fakta itu di kantornya di Jakarta, Selasa (25/11/2025).
"Ketika berbicara soal individunya itu ada sekitar 43. Kenapa individunya jumlahnya lebih banyak? Karena di satu yayasan itu bisa jadi ada lebih dari satu individu yang punya afiliasi terhadap partai politik," ujar Seira.
Gerindra Pimpin Jumlah Afiliasi
Lantas, bagaimana pola afiliasinya? Menurut Seira, kaitan itu teridentifikasi lewat beberapa cara. Bisa karena yayasan dimiliki pengurus partai, atau diisi anggota partai. Bisa juga individu di dalamnya pernah diusung partai tertentu di pemilihan legislatif, baik tingkat nasional maupun daerah.
Dari pemetaan yang dilakukan, Partai Gerindra muncul di posisi teratas. Partai ini punya afiliasi dengan tujuh yayasan.
Artikel Terkait
Imigrasi Ngurah Rai Deportasi Pimpinan Sindikat Pencucian Uang yang Masuk Daftar Interpol
Polisi Ungkap Motif Judi Online di Balik Pembunuhan dan Mutilasi Ibu Kandung di Lahat
Ayah di Batam Diduga Setubuhi Anak Kandungnya Sejak Usia 7 Tahun
Roti Maros, Camilan Manis Khas Sulawesi Selatan dengan Isian Selai Srikaya