Finkelstein Bongkar Proyek Nasional Israel di Gaza

- Jumat, 02 Januari 2026 | 06:20 WIB
Finkelstein Bongkar Proyek Nasional Israel di Gaza

Finkelstein: “Genosida di Gaza Adalah Proyek Nasional”

Norman Finkelstein, ilmuwan politik Amerika keturunan Yahudi, tampaknya sudah lepas kendali. Kritiknya kali ini sungguh pedas. Ia menyatakan, kehancuran yang melanda Gaza bukan cuma buah kebijakan pemerintah Israel belaka. Menurutnya, ada keterlibatan yang lebih luas dari masyarakat Yahudi Israel di dalamnya.

Pernyataannya itu jelas menantang narasi umum yang kerap menyalahkan Netanyahu dan kabinetnya semata. Finkelstein justru menunjuk pada sebuah realitas struktural yang lebih dalam dan mengakar. "Kalau hampir setiap lembaga mendukungnya, dari politik, media, sampai opini publik, apa ini masih bisa disebut cuma keputusan pemerintah?" tanyanya, memancing renungan.

Penting dicatat, Finkelstein bukanlah orang sembarangan. Dia seorang cendekiawan Yahudi, anak dari penyintas Holocaust, yang sudah lama dikenal sebagai pengkritik pelanggaran HAM. Jadi, saat kata "genosida" keluar dari mulutnya, bobotnya terasa berbeda. Lebih berat, lebih menusuk.

“Ini bukan proyek negara,” tegasnya, “tapi proyek nasional.”

Ia lalu mengutip sebuah data survei yang mencengangkan: 62% warga Israel percaya bahwa tidak ada orang yang tidak bersalah di Gaza. “Mereka membunuh anak-anak seperti hobi,” ujarnya dengan nada getir. Inti masalahnya, bagi Finkelstein, terletak pada partisipasi seluruh masyarakat Yahudi Israel.

“Proyek tingkat negara bisa dibatalkan lewat pemilu, dengan mengganti rezim. Tapi proyek tingkat nasional? Tidak bisa semudah itu.”

“Inilah wajah Israel yang sebenarnya,” tandasnya menutup pernyataan.

Pernyataan kontroversial ini ia sampaikan melalui sebuah cuitan yang kini ramai diperbincangkan. Cuitan itu memuat klip pernyataannya yang langsung dan tanpa tedeng aling-aling.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar