Rosela: Dari Halaman Rumah ke Cangkir Teh, Sederhana Tapi Kaya Manfaat

- Jumat, 02 Januari 2026 | 06:00 WIB
Rosela: Dari Halaman Rumah ke Cangkir Teh, Sederhana Tapi Kaya Manfaat

Kalau kita bicara soal tanaman herbal yang sedang naik daun, rosela pasti masuk daftar. Warna kelopaknya yang merah menyala itu memang sulit diabaikan. Dulu mungkin cuma dikenal segelintir orang, tapi sekarang? Bisa dibilang rosela sedang jadi primadona. Banyak yang mulai menanamnya, dari sekadar di pot depan rumah sampai di kebun yang lebih luas.

Menariknya, daya tarik rosela nggak cuma soal kecantikannya aja. Lebih dari itu, orang-orang mulai ramai membicarakan khasiatnya untuk kesehatan. Dari obrolan warung kopi sampai penelitian serius, rosela sering disebut-sebut sebagai minuman herbal yang punya segudang manfaat.

Tanaman tropis yang satu ini aslinya dari Afrika dan Asia Selatan. Tapi jangan salah, rosela ternyata bisa beradaptasi dengan baik di tanah dan cuaca kita. Perawatannya pun terbilang gampang, cocok banget buat yang baru mau coba-coba berkebun herbal. Bagian yang dimanfaatkan itu sebenarnya kelopak bunganya yang tebal, bukan bunganya sendiri. Kelopak inilah yang biasanya dikeringkan, lalu diolah jadi teh, selai, atau beragam panganan fungsional lainnya.

Merawat Rosela di Rumah? Gampang Kok!

Intinya sih, rosela nggak rewel. Tanaman ini suka banget kena sinar matahari langsung. Media tanamnya paling enak tanah yang gembur dan nggak gampang becek. Biasanya sih ditanam dari biji disemai dulu, baru kemudian dipindahin ke pot atau tanah.

Penyiraman rutin itu penting, apalagi di masa awal pertumbuhan. Tapi hati-hati, jangan sampai kebanyakan air. Akarnya bisa gampang busuk kalau tanahnya terus-terusan basah dan menggenang. Soal pupuk, lebih baik pakai yang organik kayak kompos atau pupuk kandang. Dengan perawatan sederhana kayak gini, sekitar tiga sampai empat bulan kemudian kamu udah bisa panen.

Hadapi Hama dengan Cara yang Lebih Aman

Namun begitu, rosela tetap aja bisa kena gangguan hama. Ulat daun, kutu daun, sama belalang itu yang paling sering nongol. Cirinya bisa dilihat dari daun yang bolong-bolong atau warnanya menguning.

Nah, karena rosela ini kan sering dikaitkan sama gaya hidup sehat, penggunaan pestisida kimia sebaiknya dihindari. Ada alternatif lain yang lebih ramah lingkungan. Kamu bisa coba semprotkan pestisida alami dari ekstrak daun mimba atau bawang putih. Cara sederhana seperti menjaga kebersihan area tanam dan memotong bagian yang sudah kena hama juga terbukti cukup efektif buat ngendaliin penyebarannya.

Segudang Manfaat yang Tersimpan di Balik Warna Merahnya

Kekuatan utama rosela ada pada senyawa bioaktif di dalamnya. Penelitian menunjukkan kalau tanaman ini punya antioksidan yang tinggi banget, terutama antosianin zat yang bikin kelopaknya berwarna merah terang itu. Antioksidan ini penting banget buat melawan radikal bebas.


Halaman:

Komentar