Malam Pergantian Tahun, Pemuda Bogor Gelar Estafet Dakwah

- Jumat, 02 Januari 2026 | 06:00 WIB
Malam Pergantian Tahun, Pemuda Bogor Gelar Estafet Dakwah

Mengisi Pergantian Tahun dengan Refleksi dan Estafet Dakwah

Bogor Rabu malam (31/12/2025) yang lalu, suasana di Musholla Al I’tishom Bogor jauh dari hingar-bingar perayaan. Justru, nuansa yang terasa adalah kekhusyukan dan semangat berbagi. Di sana, Dewan Da’wah Kota Bogor bersama DKM setempat menggelar sebuah sharing session bertajuk “Estafet Dakwah Generasi ke Generasi”.

Acara ini sengaja digelar di penghujung tahun. Tujuannya jelas: menjadikan momen pergantian waktu sebagai sarana refleksi dan evaluasi diri, khususnya bagi para pemuda. Bukan sekadar peralihan angka, tapi lebih pada penguatan peran mereka dalam menyebarkan dakwah Islam.

Amrulloh Hasyim, perwakilan DKM, membuka dengan penegasan. Baginya, pergantian tahun harus dimaknai sebagai waktu untuk menimbang-nimbang perjalanan hidup dan amal yang sudah dilakukan.

Pembicara pertama, Ustaz Ansufri Idrus Sambo dari Sekretariat Majelis Syuro DPP Partai Umat, tak menyembunyikan kegembiraannya bisa berkumpul dengan para pemuda. Ia menekankan satu hal yang dianggapnya krusial: mendekatkan generasi muda pada Al-Qur’an, masjid, dan lingkungan orang-orang saleh.

“Kalau remaja masih terjaga dari pengaruh negatif, insya Allah jalan hidupnya akan dimudahkan,” ujarnya.

Ustaz Sambo juga meluruskan satu persepsi. Menurutnya, kewajiban berdakwah bukan cuma tugas para ustaz atau kiai. Ini tanggung jawab setiap Muslim. Ia mengingatkan hadis Nabi, “Ballighu ‘anni walau ayah”, bahwa dakwah bisa dimulai dari lingkup paling kecil: keluarga.

Di sisi lain, Ustaz Abdul Halim, Ketua Dewan Da’wah Kota Bogor, menjelaskan alasan di balik kesederhanaan acara. Di tengah beragam pro-kontra soal perayaan tahun baru, panitia justru memilih memanfaatkan momen itu untuk aktivitas yang dianggap lebih bermakna.

Ia lalu memaparkan perkembangan yang cukup menggembirakan dari Akademi Dakwah Indonesia (ADI) Kota Bogor. Jumlah mahasiswanya terus naik. Dari yang sebelumnya hanya meluluskan empat orang, tahun depan diproyeksikan lebih dari 50 mahasiswa akan diwisuda. “Ini modal penting untuk menjaga estafet dakwah,” kata Halim.


Halaman:

Komentar