Canadian Influencer tries Israel's Food...
She had me for a second pic.twitter.com/1UzJVAlUTo
— Ryan Rozbiani (@RyanRozbiani) December 31, 2025
Isu klaim kuliner ini bukan hal baru, tapi selalu berhasil memantik perdebatan. Banyak yang melihatnya bukan sekadar persoalan makanan, melainkan bagian dari konflik identitas dan budaya yang lebih luas.
Narasinya punya kemiripan dengan kisah lain, misalnya seperti yang pernah diungkapkan Chef Michelle Santoso. Dalam sebuah wawancara, ia bercerita tentang upaya pelestarian kuliner Palestina yang nyaris punah, sambil menyoroti soal resep-resep yang diambil alih.
Jadi, apa yang kita lihat di piring itu? Lebih dari sekadar campuran rempah dan bahan. Di baliknya ada sejarah, pergulatan, dan cerita tentang sebuah bangsa yang berusaha mempertahankan jati dirinya. Konten sang influencer itu, meski singkat, berhasil menyentuh salah satu saraf paling sensitif dalam konflik yang tak kunjung usai.
Artikel Terkait
Koalisi Sipil Serukan Darurat Hukum di Hari Pertama 2026
Tahun Baru 2026: Dentuman Ganti Sorak, Tudingan Serang-Menyerang Rusia-Ukraina
Pengakuan Israel Picu Gelombang Kemarahan di Jalanan Somaliland dan Somalia
ICW Bongkar Afiliasi Politik di Balik Program Makanan Bergizi Gratis