Influencer Kanada Tersandung Fakta: Makanan Israel yang Dicicipinya Ternyata Kuliner Palestina

- Jumat, 02 Januari 2026 | 05:20 WIB
Influencer Kanada Tersandung Fakta: Makanan Israel yang Dicicipinya Ternyata Kuliner Palestina

Seorang influencer asal Kanada baru-baru ini membuat konten yang cukup mengejutkan. Ia mencoba berbagai hidangan yang selama ini dikenal luas sebagai "makanan khas Israel".

Dia menyantap shawarma yang beraroma rempah, salad segar, falafel garing, serta moussaka yang hangat. Semuanya tampak seperti perjalanan kuliner biasa di Tel Aviv, setidaknya itu yang banyak orang pikirkan.

Tapi tunggu dulu. Endingnya bikin geleng-geleng kepala.

Setelah mencicipi semuanya, sang influencer baru menyadari sesuatu. Ternyata, makanan-makanan lezat itu bukan berasal dari Israel. Hidangan-hidangan tersebut adalah kuliner Palestina yang, menurut banyak laporan dan kisah warga setempat, kerap "diambil" dan kemudian diklaim sebagai milik Israel. Sebuah pengakuan yang cukup menohok di akhir video.

Video pendek itu sendiri diunggah oleh akun Twitter Ryan Rozbiani dan langsung ramai diperbincangkan. Dalam cuitannya, Rozbiani menulis, "Canadian Influencer tries Israel's Food... She had me for a second".

Isu klaim kuliner ini bukan hal baru, tapi selalu berhasil memantik perdebatan. Banyak yang melihatnya bukan sekadar persoalan makanan, melainkan bagian dari konflik identitas dan budaya yang lebih luas.

Narasinya punya kemiripan dengan kisah lain, misalnya seperti yang pernah diungkapkan Chef Michelle Santoso. Dalam sebuah wawancara, ia bercerita tentang upaya pelestarian kuliner Palestina yang nyaris punah, sambil menyoroti soal resep-resep yang diambil alih.

Jadi, apa yang kita lihat di piring itu? Lebih dari sekadar campuran rempah dan bahan. Di baliknya ada sejarah, pergulatan, dan cerita tentang sebuah bangsa yang berusaha mempertahankan jati dirinya. Konten sang influencer itu, meski singkat, berhasil menyentuh salah satu saraf paling sensitif dalam konflik yang tak kunjung usai.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar