MOJOKERTO – Suasana mencekam masih terasa di jalur turunan tajam Sendi, Pacet, Kamis kemarin. Sebuah minibus Elf terguling di pinggir jalan, meninggalkan puluhan penumpangnya terluka. Isak tangis dan kepanikan sempat mewarnai lokasi kejadian. Menurut keterangan, kendaraan itu membawa 16 wisatawan asal Surabaya yang sedang dalam perjalanan pulang.
Sopirnya, Arifin, menggambarkan detik-detik mengerikan sebelum kendaraannya oleng. Masalah bermula saat mereka melintasi turunan curam penghubung Batu dan Pacet. “Dari atas rem sudah habis,” ujarnya.
Arifin melanjutkan, saat itu pedal rem yang diinjaknya terasa kosong, tanpa tekanan sama sekali. Kendaraan langsung melaju kencang tak terkendali.
“Saya sudah tidak bisa mengendalikan lagi hingga akhirnya terguling di pinggir jalan,” tuturnya saat ditemui di lokasi. Rombongan yang ia bawa adalah satu keluarga besar. Mereka baru saja berwisata di Batu dan hendak menuju pemandian air panas Pacet sebelum nasib nahas ini terjadi.
Di sisi lain, kesaksian warga sekitar seolah mengonfirmasi pengakuan sang sopir. Beberapa saksi mata melihat posisi Elf itu sudah tidak stabil sejak dari ketinggian. Kendaraan itu meluncur deras, tanpa ada tanda-tanda mau mengurangi kecepatan, sebelum akhirnya menghantam tepi jalan dan terbalik dengan hentakan keras.
Akibatnya, seluruh penumpang di dalamnya mengalami luka-luka. Kondisi mereka cukup serius, terutama yang terjepit bodi kendaraan. Tak sedikit di antara korban adalah ibu-ibu dan anak-anak.
Petugas Satlantas Polres Mojokerto kini sedang menyelidiki kasus ini. Mereka mendalami pengakuan Arifin dan memeriksa kondisi teknis minibus Elf tersebut. Dugaan sementara, kendaraan mengalami brake fade atau rem blong. Penyebabnya kemungkinan penggunaan rem terus-menerus di jalur ekstrem seperti turunan Sendi itu.
Seluruh korban luka telah dievakuasi menggunakan ambulans relawan. Mereka dilarikan ke Rumah Sakit Sumber Glaga di Pacet untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Sementara Arifin sendiri masih diamankan petugas. Pemeriksaan terhadapnya masih berlangsung, untuk memastikan ada tidaknya unsur kelalaian dalam perawatan sistem pengereman kendaraannya.
Artikel Terkait
Sidang Isbat Kemenag Tetapkan Awal Ramadhan 1447 H Malam Ini
Bupati Bone Turun ke Pasar Pantau Harga Pokok Jelang Ramadhan
44 Warga Binaan Konghucu Terima Remisi Khusus Sambut Imlek 2026
17 Februari dalam Catatan Sejarah: Dari Tsunami Maluku 1674 hingga Kelahiran Buya Hamka dan Michael Jordan