Nawaitu Shauma Ghadin Ayyaamul Bidh Sunnatan Lillaahi Ta'ala.
Artinya: "Saya niat berpuasa besok pada hari-hari putih sunnah karena Allah Ta'ala."
Lalu, apa sih keutamaannya sampai dianjurkan banget? Menurut sejumlah riwayat, pahalanya sungguh luar biasa. ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash meriwayatkan sabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم:
“Puasa pada tiga hari setiap bulannya adalah seperti puasa sepanjang tahun.” (HR. Bukhari).
Bayangkan, rutin mengamalkannya setiap bulan ibarat dapat pahala puasa setahun penuh. Selain itu, dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, disebutkan bahwa Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم konsisten menjalankannya, baik saat di rumah maupun dalam perjalanan. Ini menunjukkan betapa istimewanya ibadah yang satu ini.
Dari Ibnu Milhan al-Qoisiy, dari ayahnya, ia juga menceritakan, “Rasulullah صلى الله عليه وسلم biasa memerintahkan pada kami untuk berpuasa pada ayyamul bidh… Puasa ayyamul bidh itu seperti puasa setahun.” (HR. Abu Daud dan An Nasai).
Jadi, dengan datangnya Rajab yang penuh berkah, momentum Ayyamul Bidh di Januari 2026 ini jelas jadi kesempatan emas. Selain mengikuti sunnah Nabi, kita juga bisa memanen pahala berlipat. Siapa yang mau menyia-nyiakannya?
Wallahu A'lam.
Artikel Terkait
Tahun Baru 2026: Keramaian, Kebersihan, dan Cerita Sederhana di Balik Kemeriahan
Nikel dan BRICS: Diplomasi Hilirisasi Indonesia di Tengah Perang Dagang Global
Prabowo Tinjau Aceh Tamiang: Uang Lelah Dikoreksi Jadi Uang Semangat
Anak Sulung: Dewasa Sebelum Waktunya, Lelah yang Tak Terucapkan