Ali Saifuddin, pengunjung asal Sidoarjo, punya alasan sendiri memilih KBS. Baginya, tempat ini menawarkan paket lengkap.
“Harganya masih terjangkau banget kalau dibandingkan tempat wisata sejenis. Selain buat bersenang-senang, anak-anak bisa belajar banyak tentang satwa. Jadi dapat dua-duanya,” jelas Ali.
Untuk menyemarakkan suasana, pengelola KBS juga menyiapkan segudang hiburan. Pertunjukan Reog Ponorogo dan jaranan menghibur pengunjung, diiringi aksi akrobat dan sulap yang memukau. Panggung musik dengan bintang tamu turut meramaikan suasana liburan ini.
Dengan semua persiapan itu, manajemen punya target yang optimistis. “Kami menargetkan jumlah pengunjung pada 1 Januari 2026 mencapai 50 ribu orang,” tutur Lintang.
Ke depan, KBS diharapkan tak cuma ramai, tapi juga terus berkembang. Peningkatan koleksi satwa dan kualitas edukasi menjadi kunci, agar setiap kunjungan selalu meninggalkan kesan mendalam: liburan yang seru sekaligus memberi ilmu.
Artikel Terkait
Nikel dan BRICS: Diplomasi Hilirisasi Indonesia di Tengah Perang Dagang Global
Prabowo Tinjau Aceh Tamiang: Uang Lelah Dikoreksi Jadi Uang Semangat
Anak Sulung: Dewasa Sebelum Waktunya, Lelah yang Tak Terucapkan
Iran Berduka: Enam Tewas dalam Kerusuhan Akibat Protes Ekonomi