Oleh: Erizal
Baru sehari video Andi Arief beredar. Isinya peringatan keras buat mereka yang berusaha mengaitkan SBY dengan kasus ijazah Jokowi. Eh, hari ini somasi sudah meluncur. Surat hukum itu ditujukan ke Budhius M Piliang dan langsung ramai di media sosial.
Budhius sendiri dikenal sebagai host di channel YouTube Unpacking Indonesia, yang dimiliki Zulfan Lindan. Dari gaya bicaranya, Budi memang terlihat sangat yakin. Menurutnya, SBY punya peran di balik kasus ijazah presiden itu. Argumennya sederhana: Roy Suryo, yang jadi penggugat, adalah mantan kader dan petinggi Partai Demokrat.
Sebagai penonton setia channel itu sejak awal, saya perhatikan Budhius memang baru bergabung belakangan. Awalnya, narasinya cukup objektif, mirip dengan Zulfan. Saya sering menyimak diskusi-diskusi mereka.
Namun begitu, belakangan ini nuansa channel Unpacking Indonesia berubah. Mereka terlihat makin condong, atau istilahnya "men-Jokowi-sasi". Apalagi saat Zulfan Lindan terlihat duduk di barisan depan Kongres PSI, pas Jokowi lagi pidato. Rasanya, pilihan politik channel itu sudah jelas.
Padahal, kalau mau jujur, yang seharusnya kena somasi pertama kali ya Jokowi sendiri. Kenapa? Karena dialah yang pertama kali melemparkan isu tentang "orang besar" di belakang Roy Suryo dan kawan-kawan. Isu ini kemudian dipertegas oleh Ade Darmawan, orang berbaju biru yang tampil di KompasTV.
"Orang besar" atau "berbadan besar" itu seperti sengaja diarahkan ke SBY. Jokowi sempat membantah, tapi anginnya tak juga reda. Terlebih setelah anggota DPR dari Demokrat, Benny K Harman, berkomentar soal Arsul Sani yang dengan mudah membuka ijazahnya seolah membandingkan dengan sikap Jokowi yang begitu tertutup.
Artikel Terkait
Hilirisasi Karet: Jalan Keluar dari Jerat Ekspor Mentah bagi Petani
Umat di Persimpangan: Agama, Negara, dan Krisis Kepercayaan di Indonesia 2025
Taman Nasional Komodo Ditutup Sementara, Ancaman Siklon Tropis Hayley Gagalkan Rencana Wisatawan
Fajar 2026, Jakarta Sudah Rapi Usai Pesta Global