Seorang netizen baru-baru ini bikin heboh di media sosial. Ia curhat beli tiga porsi nasi gudeg telur plus teh, harganya tembus Rp 85 ribu. Lokasinya diduga di sekitar kawasan Malioboro, Yogyakarta. Unggahan itu langsung ramai dibahas, banyak yang kaget dengan angka segitu.
Menanggapi viralnya keluhan itu, Fitria Dyah Anggraeni, atau yang akrab disapa Anggi, angkat bicara. Sebagai Kepala UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya, ia mengakui kalau harga gudeg memang nggak seragam.
"Ya memang mungkin beda-beda ya," ujar Anggi via telepon, Kamis (1/1).
Ia lalu menambahkan, "Kalau dia ke Gudeg yang terkenal kan bisa lebih syok lagi harganya. Tapi nggak bisa gitu juga, ya."
Menurutnya, ada ekspektasi dari para pelancong bahwa Yogya punya citra sebagai kota dengan kuliner yang terjangkau. Harapan itu kadang berbenturan dengan realita di lapangan.
Soal kewenangan, Anggi menjelaskan posisinya. UPT yang dipimpinnya kini tak lagi mengurusi Teras Malioboro 2. Artinya, kontrol harga terhadap pedagang di sana berada di luar ranah kerjanya.
"Kami untuk UPT sendiri kan tidak berada dalam ranah untuk bisa mengontrol harga," katanya dengan lugas.
Artikel Terkait
Tito Karnavian: Keuchik Kunci Percepatan Bantuan Rumah Rusak di Aceh
Serangan Drone Hanguskan Kafe di Kherson, 24 Warga Dilaporkan Tewas
Somasi Mengudara, Isu Ijazah Jokowi Kembali Panas
Overdo: Drama Tiongkok 2026 yang Siap Hancurkan Hati Penonton dengan Romansa Tragis di Era Shanghai