Selain soal hunian, laporan dari gubernur dan bupati setempat juga mengalir. Banyak kebutuhan mendesak yang masih menganga. Persoalan air bersih, misalnya. Lalu ada sekolah dan puskesmas yang rusak dan perlu segera diperbaiki agar berfungsi normal.
"Ada juga tadi dilaporkan beberapa puskesmas yang belum bisa beroperasi secara ideal dan bapak presiden minta untuk itu segera dilakukan upaya percepatan," jelas Prasetyo.
Tak ketinggalan, persoalan teknis seperti normalisasi aliran sungai juga jadi perhatian. Bencana beberapa waktu lalu meninggalkan bekas yang pelik: sungai melebar, dipenuhi tumpukan kayu, dan endapan lumpur yang mengganggu.
"Termasuk normalisasi-normalisasi sungai karena kejadian kemarin menyebabkan sungai kita ada yang kemudian melebar, tumpukan kayu, juga di situ terdapat endapan lumpur," pungkasnya.
Nuansa haru dan semangat gotong royong terasa selama kunjungan itu. Di balik semua laporan teknis dan rapat koordinasi, pesan utamanya tetap satu: apresiasi untuk kerja keras di lapangan yang seringkali tak terdengar.
Artikel Terkait
Kediri Bertumbuh: Dari Sunyi Goa hingga Riuh Pesantren
Tawuran di Terowongan Manggarai Ricuh, Kembang Api dan Pecahan Kaca Bikin Pengendara Terjebak
Direktur dan Kepala Mesin Jadi Tersangka Ledakan Dahsyat di Pabrik Farmasi Tangerang
Tito Karnavian: Keuchik Kunci Percepatan Bantuan Rumah Rusak di Aceh