Prabowo Akhiri Kunjungan Bencana dengan Apresiasi untuk Relawan dan Warga

- Kamis, 01 Januari 2026 | 18:42 WIB
Prabowo Akhiri Kunjungan Bencana dengan Apresiasi untuk Relawan dan Warga

Kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke wilayah terdampak bencana di Sumatera ditutup dengan pesan apresiasi. Melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Presiden menyampaikan rasa terima kasihnya yang mendalam kepada semua pihak yang terlibat dalam upaya pemulihan. Kerja keras mereka, kata Prasetyo, benar-benar dihargai oleh pimpinan negara.

"Sekali lagi beliau menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras, relawan, masyarakat semuanya," ujar Prasetyo.

Pernyataan itu disampaikannya usai mendampingi Presiden, Kamis (1/1) kemarin. Rangkaian kunjungan sebenarnya sudah dimulai sehari sebelumnya. Pada malam pergantian tahun 2025, Prabowo memilih berada bersama warga di Tapanuli Selatan.

Keesokan harinya, di hari pertama 2026, agenda berlanjut dengan peninjauan langsung. Presiden melihat dari dekat pembangunan hunian sementara (huntara) yang disediakan oleh Danantara. Dari rencana puluhan ribu unit untuk tiga provinsi, sekitar 600 unit di lokasi itu sudah berdiri. Tidak hanya melihat, Prabowo langsung menggelar rapat koordinasi dengan sejumlah menteri di lokasi. Fokusnya jelas: mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi.

Menurut Prasetyo, rapat itu berlangsung cukup intens. Presiden ingin semuanya bergerak cepat.

Selain soal hunian, laporan dari gubernur dan bupati setempat juga mengalir. Banyak kebutuhan mendesak yang masih menganga. Persoalan air bersih, misalnya. Lalu ada sekolah dan puskesmas yang rusak dan perlu segera diperbaiki agar berfungsi normal.

"Ada juga tadi dilaporkan beberapa puskesmas yang belum bisa beroperasi secara ideal dan bapak presiden minta untuk itu segera dilakukan upaya percepatan," jelas Prasetyo.

Tak ketinggalan, persoalan teknis seperti normalisasi aliran sungai juga jadi perhatian. Bencana beberapa waktu lalu meninggalkan bekas yang pelik: sungai melebar, dipenuhi tumpukan kayu, dan endapan lumpur yang mengganggu.

"Termasuk normalisasi-normalisasi sungai karena kejadian kemarin menyebabkan sungai kita ada yang kemudian melebar, tumpukan kayu, juga di situ terdapat endapan lumpur," pungkasnya.

Nuansa haru dan semangat gotong royong terasa selama kunjungan itu. Di balik semua laporan teknis dan rapat koordinasi, pesan utamanya tetap satu: apresiasi untuk kerja keras di lapangan yang seringkali tak terdengar.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar