“Mereka harus memastikan soal tata ruang dan ketersediaan lahannya. Lalu, tentu saja, Kementerian PUPR menjalankan tugas teknisnya. Kami juga berharap Kementerian Perumahan Rakyat bisa mempercepat proses pembangunan.”
Di sisi lain, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian membenarkan bahwa pengurangan penghuni pengungsian sudah mulai terlihat. Terutama di daerah-daerah dimana dana bantuan hunian sudah turun ke tangan warga.
“Contoh bagusnya di Tapanuli Selatan,” ungkap Tito.
“Dana dari BNPB sudah dicairkan dan langsung dibayarkan. Efeknya, jumlah warga di posko pengungsian yang semula 21.000 jiwa, sekarang tinggal sekitar 4.000 saja.”
Secara keseluruhan, angka kerusakan memang masih besar. Tito menyebut data per 27 Desember: dari tiga provinsi terdampak, tercatat sekitar 213 ribu rumah mengalami kerusakan.
Rinciannya, rusak ringan 68.850 unit, rusak sedang 37.520, dan yang rusak berat mencapai 56.108 unit. Angka-angka itu menjadi pijakan nyata untuk kerja-kerja pemulihan ke depan.
Artikel Terkait
Tito Karnavian: Keuchik Kunci Percepatan Bantuan Rumah Rusak di Aceh
Serangan Drone Hanguskan Kafe di Kherson, 24 Warga Dilaporkan Tewas
Somasi Mengudara, Isu Ijazah Jokowi Kembali Panas
Overdo: Drama Tiongkok 2026 yang Siap Hancurkan Hati Penonton dengan Romansa Tragis di Era Shanghai