Di Aceh Tamiang, Kamis kemarin, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sikap pemerintah terkait bantuan untuk korban bencana. Intinya, pemerintah terbuka lebar. Bantuan dari siapa pun, termasuk dari diaspora daerah, akan diterima dengan tangan terbuka untuk pemulihan Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
"Kalau ada pihak yang tulus ikhlas mau membantu, ya kita jelas sebagai manusia masa menolak bantuan," kata Prabowo dalam rapat koordinasi.
Namun begitu, ada satu catatan penting. Semua bantuan itu harus lewat jalur yang jelas. Mekanisme dan prosedurnya wajib dipatuhi. Tanpa itu, niat baik bisa jadi kacau di lapangan.
Prabowo secara khusus menyebut peran diaspora. Misalnya, warga Aceh di perantauan yang ingin membantu kampung halamannya. Atau orang Minang di luar Sumbar yang terpanggil. Bahkan komunitas Batak di Jawa atau luar negeri yang peduli dengan Sumut.
"Ya monggo. Silakan," ujarnya singkat.
Artikel Terkait
1.050 Huntara Siap Huni, BNPB Pacu Pembangunan Jelang Ramadan
Prabowo Akhiri Kunjungan Bencana dengan Apresiasi untuk Relawan dan Warga
Sopir Jaklingko Dipecat Usai Hina Penumpang dengan Sebutan Monyet
Malioboro Siapkan Penjaga Tak Kasat Mata untuk Antisipasi Darurat Jantung