Bagi Rohmah, Monas sebetulnya bukan tempat baru. Tapi libur Tahun Baru ini dia anggap momentum tepat untuk mengajak anak-anaknya berwisata ke pusat kota, sekaligus mengenalkan mereka pada Monas.
“Iya, pengin jalan-jalan. Lagi pengin ke sini anaknya. Ke Ragunan sudah bosan (anak-anak), biar tahu Monas,” katanya sambil tersenyum.
Di sisi lain, antrean yang panjang itu menarik perhatian pengunjung lain, Adi. Menurutnya, sebenarnya antrean bisa lebih cepat kalau pengunjung paham aturannya.
“Iya satu aja perwakilan. Intinya tadi yang ngantre kan satu orang aja, mau bawa 50 orang (rombongan) ya yang 49 nunggu dulu. Kalau kebanyakan pada ikut ngantre semua jadi uyek-uyekan (berdesakan) begitu,” ungkapnya, menggambarkan kerumunan yang sempat terjadi.
Begitulah hari pertama tahun baru di Monas. Tempat ini sekali lagi menjadi saksi bisu bagaimana warga menghabiskan waktu bersama orang terkasih. Cukup dengan berjalan kaki, sedikit bersabar menunggu, dan menikmati momen sederhana yang justru seringkali paling berkesan.
Artikel Terkait
Prabowo Tegaskan Penanganan Banjir Bandang Sumatera Tak Perlu Label Bencana Nasional
Tahun Baru Hanya Ilusi? Mengapa Otak Kita Terjebak dalam Awal Baru
Kemacetan Parah Melanda Tol Jagorawi, Jalur ke Puncak Ditutup Sementara
Dua Mantan Presiden Siap Jalani Jalur Hukum Atas Isu Ijazah