Rencana Presiden Prabowo Subianto untuk merayakan malam pergantian tahun di Aceh bersama para korban bencana akhirnya berubah. Cuaca buruk disebut-sebut sebagai penyebabnya. Alih-alih ke Serambi Mekkah, Prabowo justru menghabiskan malam tahun baru di lokasi pengungsian Batang Toru, Tapanuli Selatan.
Suasana di Batang Toru sendiri terlihat hangat, meski nuansa duka masih terasa. Kehadiran Presiden disambut dengan riuh oleh warga yang terdampak banjir dan longsor. Banyak dari mereka berebut untuk sekadar bersalaman, mencoba merasakan kedekatan dengan pemimpinnya di tengah musibah.
Prabowo sendiri tampak larut dalam suasana. Ia tak segan memeluk anak-anak kecil yang ditemuinya, memberikan sedikit kehangatan di tengah situasi yang sulit.
"Tadinya saya ingin berangkat ke Aceh," ujar Prabowo menjelaskan perubahan jadwalnya.
"Tapi karena cuaca, saya dialihkan ke Tapanuli Selatan."
Lantas, bagaimana dengan rencana kunjungan ke Aceh? Ternyata hanya ditunda. Menurut Sekretaris Kabinet, Letkol Teddy Indra Wijaya, perjalanan itu akan segera direalisasikan.
"Besok pagi ke Aceh Tamiang," tegas Teddy.
"Ada rumah hunian yang dibuat Danantara untuk dilihat langsung oleh Presiden."
Jadi, meski pergantian tahun diwarnai keprihatinan, agenda kepedulian tetap berjalan. Prabowo memilih untuk berada di tengah masyarakat yang sedang berduka, meski lokasinya bukan yang awal direncanakan. Esok harinya, giliran Aceh yang akan mendapat kunjungan dan perhatian yang sama.
Artikel Terkait
Galatasaray Hajar Juventus 5-2 di Laga Dramatis Liga Champions
Luapan Sungai Babon Rendam Jalan Pantura Kaligawe, Lalu Lintas Tersendat
Tanah Longsor di Kulonprogo Rusak Belasan Rumah, BPBD Catat 29 Titik Runtuhan
Muhammadiyah Rilis Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2026 untuk Yogyakarta